Kompas.com - 16/04/2016, 12:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pengelolaan wilayah pesisir dan teluk-teluk yang kaya akan sumber daya alam dinilai tidak demokratis. Reklamasi pantai yang diwacanakan juga tidak ditujukan untuk rehabilitasi lingkungan.

Padahal, konsep awal reklamasi adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga menjadi sumber protein.

Saat ini, menurut Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Riza Damanik, setidaknya ada 17 provinsi di Indonesia yang tengah melakukan inisiasi reklamasi atau perluasan-perluasan reklamasi.

"Kalau kita lihat reklamasi pantai ini, ternyata mereka referensinya Jakarta. Jadi Jakarta bisa mengirimkan virus tidak baik kalah kita biarkan reklamasi berlangsung dengan yang ada," ujar Riza saat diskusi Perspektif Indonesia dengan topik "Masih Perlu Reklamasi?", di Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Riza menyatakan, proyek reklamasi yang seharusnya menjadi solusi bagi kelestarian lingkungan, malah diselewengkan menjadi komersialisasi.

Menurut dia, reklamasi ini justru menggusur dan memiskinkan rakyat. Sebanyak 60-70 persen pendapatan ikan domestik oleh nelayan kecil, dilakukan di perairan berjarak 5 mil dari pantai.

Kegiatan reklamasi, seperti Jakarta, Palu, dan Makassar, menggusur daerah pencarian nelayan ini. Bukan saja menghalangi jalur pancingan nelayan, tetapi ikan yang ada di laut juga akan berkurang.

Hal ini disebabkan, reklamasi bisa memperburuk kualitas air laut. Dengan adanya pembangunan reklamasi, sedimentasi akan tinggi dan perairan menjadi keruh.

Akibat dari air keruh ini, fotosintesis akan terganggu dan menyebabkan jumlah ikan berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.