Kompas.com - 01/04/2016, 20:19 WIB
Wakil Dirut Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja (tengah) memberikan bantuan kepada warga Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2014). Selain memberikan bantuan, APL bekerja sama dengan TNI AD dan Pemprov DKI Jakarta juga melakukan fogging serentak di empat wilayah DKI Jakarta guna mencegah penyakit pascabanjir terutama demam berdarah (DBD). TRIBUNNEWS/HERUDIN Wakil Dirut Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja (tengah) memberikan bantuan kepada warga Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2014). Selain memberikan bantuan, APL bekerja sama dengan TNI AD dan Pemprov DKI Jakarta juga melakukan fogging serentak di empat wilayah DKI Jakarta guna mencegah penyakit pascabanjir terutama demam berdarah (DBD).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Ariesman Widjaja secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap kepada anggota DPRD DKI Jakarta, M Sanusi.

KPK juga telah meminta pihak Imigrasi untuk mencegah Ariesman bepergian ke luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak hanya mengimbau, hari ini sudah dikeluarkan surat permintaan pencegahan," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Baca: Presdir Agung Podomoro Land Dicegah ke Luar Negeri

Ariesman yang sudah bergabung dengan APLN sejak 1994, sejatinya merupakan nakhoda baru pengembang dengan kapitalisasi Rp 6,1 triliun per Jumat (1/4/2016) tersebut.

Dia dipilih menggantikan Trihatma Kusuma Haliman dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2014.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diketuai Komisaris Utama APLN, Cosmas Batubara, juga menyetujui seluruh usulan keputusan yang disampaikan kepada pemegang saham pada Kamis (21/5/2015).

Dengan naiknya Ariesman, formasi dewan direksi APLN menjadi sebagai berikut, Direktur Utama Ariesman Widjaja, Wakil Direktur Utama Noer Indradjaja, Wakil Direktur Utama Veri Y Setiady, Direktur Cesar M Dela Cruz, Direktur Bambang Setiobudi Madja, Direktur Miarni Ang, dan Direktur Paul Christian Ariyanto.

Sementara formasi dewan komisaris sebagai berikut, Komisaris Utama Cosmas Batubara, Komisars Independen Bacelius Ruru, dan Komisaris Wibowo Ngaserin.

APLN memiliki 50 portofolio properti dari 40 enam anak usaha, sepuluh entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta dua entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.