Kompas.com - 11/03/2016, 15:27 WIB
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Rumah serba mungil membuat Anda lebih cermat melakukan penataan. Alih-alih nyaman dihuni, rumah semakin sumpek, dan sempit, jika salah menata.

Untuk menata rumah mungil, mulailah dengan jeli mencermati ruang-ruang kosong yang bisa menjadi tempat meletakkan barang. Misalnya, area bawah tangga, anak tangga itu sendiri, di bawah wastafel, atau kolong tempat tidur.

Selain itu, perhatikan pula faktor pencahayaan dalam ruangan. Usahakan agar pilihan lampu memberi kesan formal, luas, serta bersahabat.

Di dalam rumah mungil, peletakan jendela harus tepat posisinya. Begitu juga pemakaian kaca di dalam rumah agar dapat membuatnya terlihat lebih luas.

Pakailah ukuran jendela yang tidak besar dan kaca tidak bermotif. Jendela dipasang dengan posisi tepat agar dapat menyerap sinar matahari, memberi kehangatan, dan membantu sirkulasi udara dalam rumah.

Sebaiknya, pilih juga warna-warna terang untuk dinding. Pemakaian warna gelap akan memberi kesan ruangan lebih sempit dan lesu.

Kalau Anda senang memakai wallpaper, pilihlah yang bermotif ringan dan berwarna lembut dengan motif garis tipis atau kotak tipis. Tujuan pemakaian motif ini adalah untuk membantu mengistirahatkan pandangan mata.

Agar tak berkesan berat dan sempit, pilihlah furnitur dengan desain sederhana, dan warna lembut agar menghasilkan efek luas dan ringan.

Sebagai sentuhan alam, masukkan tanaman dalam pot atau bunga di dalam rumah. Anda juga dapat memakai cermin yang ditempatkan di satu sudut untuk memberi kesan luas di dalam ruangan.

www.designboom.com Berbeda dengan vas bunga lainnya, Anda akan sulit menaruh bunga dalam vas ini. Bentuknya menyerupai boks kertas yang dipenuhi dengan air beku. Bedanya, vas ini tentu lebih elegan ketimbang boks kertas.
Berdasarkan semua saran yang telah dikemukakan di atas, ada baiknya Anda menghindari penataan interior rumah mungil yang justru dapat memperburuk keadaan.

Berikut lima hal yang patut Anda hindari:

1. Menempatkan barang-barang seni atau pajangan di atas ketinggian mata atau penglihatan rata-rata orang pada umumnya. Letakkan dan susun barang-barang tersebut kira-kira 150 sentimeter dari lantai.

2. Hindari menggunakan pajangan atau hiasan berukuran kecil. Sebaiknya Anda menyesuaikan pilihan hiasan atau pajangan menurut skala ruang yang ada.

Gunakan dua pertiga dari lebar dinding untuk penempatan lukisan, barang seni, aksesori dinding lainnya.

3. Hindari menempatkan aneka perabotan di dalam ruang kecil. Sebaiknya, sesuaikan ukuran ruang dengan ukuran dan bentuk perabotan.

Untuk menyiasati hal ini agar tidak terjadi, Anda dapat mempersiapkan ruangan dengan membuat denah ruang.

Homeworkremodels.com dan Amyvermillion.com Anda juga bisa memanfaatkan bagian bawah tangga sebagai ruang duduk mungil.
4. Hindari mengelompokkan barang-barang sejenis yang disusun seperti barisan. Sebaiknya, Anda tidak mencampuradukkan ukuran, besaran, dan teksur, tetapi variasikan penggunaan hiasan atau obyek dari segi ketinggiannya untuk menciptakan ketinggian berjenjang.

5. Anda menggunakan lampu meja sudut atau lampu baca berukuran kecil. Sebaiknya, gunakan lampu dengan tinggi sekitar 70-80 sentimeter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber IDEA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.