Kompas.com - 02/03/2016, 16:00 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Rabu (2/3/2016). Arimbi Ramadhiani/Kompas.comPresiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Rabu (2/3/2016).
|
EditorHilda B Alexander
MEDAN, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi proyek pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (2/3/2016).

Dalam kunjungannya ini, Jokowi berharap pengerjaan proyek bisa sesuai jadwal, yaitu 2019 dan menurunkan biaya logistik.

"Kalau biaya transportasi murah, logistik akan murah. Sekarang dibandingkan negara-negara lain biaya logistik kita 2-2,5 kali lipat. Kalau bisa itu harus turun setengahnya," ujar Jokowi di Medan, Rabu (2/3/2016).

Jokowi melanjutkan, dengan penurunan biaya logistik, maka daya saing Indonesia akan sama baiknya dengan negara lain. Dia berharap biaya transportasi dan logistik Indonesia lebih murah dengan pembangunan Tol Trans Sumatera tepat waktu.

Tol Trans Sumatera baru terbangun 180 kilometer. Kerlambatan ini, menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W Husaini, disebabkan masalah teknis.

"Pembebasan lahan sempat terhambat," imbuh Hediyanto.

Pembangunan ruas Tol Medan-Kualanamu sendiri dilakukan melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Kualanamu Toll.

Campur tangan pemerintah ini diperlukan pada ruas-ruas tol yang semula tidak layak secara finansial menjadi layak untuk ditawarkan pengusahaannya kepada BUJT.

Adapun ruas Tol Medan-Kualanamu membentang hingga Tebing Tinggi dengan total panjang 61,70 kilometer. Seksi Tanjung Morawa (Medan)-Perbarakan-Kualanamu sepanjang 17,80 kilometer, pembangunannya dilakukan oleh pemerintah.

Sisanya, sepanjang 43,90 kilometer akan dibangun oleh PT Jasamarga Kualanamu Toll yang dibagi dalam 2 Seksi yaitu Seksi I Perbarakan-Lubuk Pakam, dan Seksi II Lubuk Pakam-Tebing Tinggi.

PT Jasa Marga Kualanamu Toll merupakan konsorsium 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdiri atas PT Jasa Marga (persero) Tbk sebanyak 55 persen, PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk sebanyak 15 persen, PT Waskita Karya (persero) Tbk sebanyak 15 persen, dan PT Waskita Toll Road sebesar 15 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.