Kompas.com - 19/11/2015, 08:56 WIB
Forum Wartawan Properti dan Perumahan Rakyat (Forwapera) menggelar diskusi ‘Potensi Hunian Vertikal Mendorong Pertumbuhan Kawasan Penyangga Jakarta’ di Hotel Horison, Bekasi, Rabu (18 November 2015). Hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Bekasi, Koswara, Corporate Secretary and Branding PT Langgeng Makmur Perkasa (LMP), Iwan Nur Iswan, Head of Research PCI, Anton Sitorus dan SVP Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Suryanti Agusniar. M LATIEF/KOMPAS.comForum Wartawan Properti dan Perumahan Rakyat (Forwapera) menggelar diskusi ‘Potensi Hunian Vertikal Mendorong Pertumbuhan Kawasan Penyangga Jakarta’ di Hotel Horison, Bekasi, Rabu (18 November 2015). Hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Bekasi, Koswara, Corporate Secretary and Branding PT Langgeng Makmur Perkasa (LMP), Iwan Nur Iswan, Head of Research PCI, Anton Sitorus dan SVP Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, Suryanti Agusniar.
Penulis Latief
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Bekasi, Koswara, mengatakan bahwa para pengembang properti Kota Bekasi minimal memiliki lahan seluas 5000 meter persegi (m2) jika ingin membangun proyek properti di kawasan itu. Para pengembang juga wajib menyediakan 30 persen dari lahannya itu khusus untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Demikian hal itu dikemukakan Koswara sebagai pembuka diskusi bertema ‘Potensi Hunian Vertikal Mendorong Pertumbuhan Kawasan Penyangga Jakarta’ yang digelar Forum Wartawan Perumahan dan Properti (Forwapera) di Hotel Horison, Rabu (18/11/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Syarat RTH 30 persen itu kami wajibkan untuk pengembang apartemen, sedangkan pengembang yang menggarap proyek terpadu kami syaratkan menyediakan 20 persen RTH," ujar Koswara.

Koswara mengakui, di tengah laju pertumbuhan pembangunan, dengan tingkat pertambahan penduduk 3,6 persen per tahun saat ini kebutuhan perumahan di Kota Bekasi semakin tinggi. Untuk itu, hunian vertikal menjadi salah satu solusi untuk mengimbangi tingginya kebutuhan itu di tengah keterbatasan lahan.

Dia menambahkan, selama lima tahun belakangan ini pertumbuhan properti di Kota Bekasi melaju sangat cepat. Dengan tingginya kebutuhan hunian saat ini lahan yang diperuntukkan untuk hunian vertikal mencapai 9500-an hektar, sementara sisanya tinggal seluas 1700-an hektar lahan untuk perumahan (landed house).

"Dalam aturan tata ruang wilayah kami, ada wilayah-wilayah yang memang kami prioritaskan untuk vertikal dan untuk landed house. Untuk wilayah utara atau pusat kota kami arahkan untuk vertikal," ujar Koswara.

Tak heran, persaingan bisnis properti di Kota Bekasi pun semakin sengig. Ada 29 proyek apartemen dan lebih dari 50 ribu proyek perumahan tengah dikembangkan di kawasan itu.

Hal tersebut diperkuat dengan pendapat pembicara dari kalangan pebisnis properti, Iwan Nur Iswan, Corporate Secretary and Branding PT Langgeng Makmur Perkasa (LMP). Iswan mengatakan bahwa tata kelola Kota Bekasi saat ini semakin berkembang menjadi hub antara Jakarta dan kawasan industri besar, yaitu Cikarang.

"Hub itu kota transit dan mestinya hidup. Sekarang ini Bekasi sudah menjadi hub yang strategis dan potensial. Itu alasan kami dan mungkin 28 pengembang lain itu mau bersaing masuk ke Bekasi," ujar Iswan yang saat ini tengah mengembangkan Wismaya Residence di Kawasan Strategis Kota (KSK) Kota Bekasi.

"Ada pengembangan kawasan, lalu ada pembangunan kawasan industri, maka harus ada pengembangan kawasan hunian. Itulah yang terjadi di Kota Bekasi saat ini dan saya yakin sektor komersialnya juga pasti tumbuh," tambahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.