Belajar dari Gaya Dekorasi Jepang yang Serba Minimalis

Kompas.com - 09/11/2015, 05:04 WIB
Negeri sakura tidak pernah meninggalkan apa yang menjadi budayanya. Ambil saja satu contoh. Rumah tinggal, misalnya.  Rumah sederhana dengan desain interior minimalis, dilengkapi pintu geser dan aksen kayu dominan menjadi isinya. ThinkstockNegeri sakura tidak pernah meninggalkan apa yang menjadi budayanya. Ambil saja satu contoh. Rumah tinggal, misalnya. Rumah sederhana dengan desain interior minimalis, dilengkapi pintu geser dan aksen kayu dominan menjadi isinya.
|
EditorLatief


KOMPAS.com – Negeri sakura tidak pernah meninggalkan apa yang menjadi budayanya. Ambil saja satu contoh. Rumah tinggal, misalnya. Rumah sederhana dengan desain interior minimalis, dilengkapi pintu geser dan aksen kayu dominan menjadi isinya. Penggambaran macam itu bisa dilihat di beberapa cuplikan dalam serial drama 1980-an “Oshin” , dan juga tayangan kartun yang berasal dari Jepang seperti Doraemon, Ruroni Kenshin, hingga kartun besutan Ghibli Studio.

Saat ini rumah tradisional seperti dalam tayangan film hanya dapat ditemukan di beberapa kawasan. Sedangkan di permukiman umum, rumah tinggal penduduk sudah bernuansa modern.

Namun demikian, bukan berarti orang Jepang meninggalkan budaya leluhur. Dalam balutan modern, gaya dekorasinya cenderung sama, ciri seperti itu disebut gaya Zen.

Berdasarkan definisinya, Zen memang diartikan sebagai meditasi. Adaptasi seperti ini ditujukan untuk menciptakan dekorasi dengan suasana tenang, damai, nyaman, sederhana dan dekat dengan alam.

Dalam perkembangannya, gaya ini mulai dilirik banyak desainer tak hanya di Jepang karena dianggap efisien dan tepat dengan kebutuhan masyarakat urban.

Warna

Desain minimalis memang sarat dengan kehidupan modern. Untuk itu, desain bergaya Zen tepat pula bila diadaptasi di Indonesia. Simak tips berikut untuk menciptakan gaya interior sederhana ala Jepang:

Untuk menciptakan gaya dekorasi ala Jepang, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan warna.

Pemakaian warna-warna alam seperti cokelat, abu-abu, putih, putih gading, atau hijau lembut bisa dipilih. Sementara untuk menambahkan aksen kembali ke alam, penggunaan lantai kayu atau tikar bambu dapat menjadi pilihan. 

Yang harus diingat, hindari warna-warna terang karena akan menghilangkan kesan damai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X