Parket Kayu Solid Lebih Kokoh dan Tahan Lama

Kompas.com - 03/10/2015, 12:32 WIB
Kayu solid sendiri adalah kayu utuh dari atas sampai bawa dengan ketebalan sekitar 15 centimeter. Kayu yang biasa digunakan untuk solid, adalah Jati, Merbau, Kempas, Sonokeling.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, ada dua macam kayu untuk parket, yakni kayu solid dan kayu olahan atau hasil rekayasa (engineer). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.

Menurut pemilik Muziparquet, Wong Tjun Sien, kayu solid merupakan kayu utuh dari atas sampai bawa dengan ketebalan sekitar 15 milimeter. Kayu yang biasa digunakan dan paling diburu adalah Jati, Merbau, Kempas, Sonokeling.

"Empat kayu ini cocok untuk dibuat parket, karena seratnya bagus. Kayu-kayu ini tidak gampang kembang susut," ujar Wong kepada Kompas.com, Sabtu (3/10/2015).

Wong juga mengatakan, kayu-kayu tersebut tahan lama karena tidak mudah dimakan oleh rayap. Kayu solid untuk parket, tambah dia, tidak boleh sembarang. Pasalnya, kayu walaupun keras, saat dibuat parket tidak selalu cocok.

Kelebihan kayu solid, yakni bisa diberi pelapis (finishing) berulang kali bahkan sampai 6 kali. Setiap kali finishing, kayu solid akan berkurang satu milimeter. Sehingga dalam lima kali finishing, maka terkelupas lima milimeter.

Meski demikian, umur solid cukup panjang jika dipakai di rumah. Ini lantaran kegiatan orang berlalu lalang di rumah tidak banyak. Penghuni pun cenderung lebih apik menggunakannya. Kayu solid juga lebih kokoh dan tahan dengan beban yang berat.

Namun begitu, kayu jenis ini bukannya tidak memiliki kekurangan. Menurut Wong kekurangan kayu solid adalah tidak bisa dipasang pada lantai bawah tanah. Lantai ini memiliki kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan lantai dasar.

"Nanti uap airnya masuk ke kayu. Kayu bisa bengkak. Kalau sudah bengkak, pasti berantakan," jelas Wong.

Sementara itu, kayu olahan bisa menutupi kekurangan kayu solid. Kayu olahan tidak sepenuh solid dan hanya dilapis pada bagian atasnya saja. Kayu ini juga lebih stabil sehingga bisa diletakkan di lantai manapun. Harganya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan kayu solid.

Kekurangannya, kayu ini tidak sekokoh solid yang lebih tebal. Parket engineer hanya memiliki ketebalan sekitar 3 milimeter. Sehingga, hanya bisa di-finishing maksimal dua kali.

"Kalau dibuang dua kali, berkurang dua milimeter. Jadi sisanya hanya satu milimeter ini tidak bisa di-finishing lagi," sebut Wong.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X