Lubang Resapan Biopori Efektif Atasi Kekeringan

Kompas.com - 07/09/2015, 16:26 WIB
Seorang pria terperosok di lubang biopori di Jalan Kebom Sirih, Senin (20/4/2015). Jessi Carina Seorang pria terperosok di lubang biopori di Jalan Kebom Sirih, Senin (20/4/2015).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com — Lubang resapan biopori (LRB) diyakini sebagai salah satu upaya efektif untuk mengurangi genangan air bila musim hujan atau banjir tiba dan cadangan air saat musim kemarau.

Metode LRB adalah metode optimalisasi daya resap air untuk mengatasi genangan yang dicetuskan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamir R Brata.

Keberadaan satu lubang biopori berdiameter 10 sentimeter dapat membantu penyerapan air tanah sama efektifnya dengan penyerapan di sebuah lahan kosong seluas lebih kurang tiga meter persegi.

Bagaimana cara membuat LRB? Ternyata cukup mudah, yaitu:

1. Buat lubang di tanah dengan diameter 8-10 cm dan kedalaman 100 cm. Jangan melebihi ketinggian air tanah. Anda bisa membeli alat bor sederhana khusus untuk membuat LRB dari sekretariat Tim Biopori IPB dengan harga sekitar Rp 200.000.

2. Anda bisa buat lebih dari satu lubang di halaman rumah dengan alur yang sama. Beri jarak 50-100 cm antar-tiap lubang. Perkeras bibir lubang dengan adukan semen atau pipa paralon.

3. Isi lubang biopori dengan sampah organik (sampah dedaunan) hingga mendekati tinggi bibir lubang. Setiap kali sampah organik melapuk dalam hitungan hari, ganti dengan sampah organik yang baru. Sampah organik yang sudah melapuk dapat digunakan sebagai pupuk.

Konsep kerja lubang biopori terbilang sederhana. Sampah organik yang melapuk di dalam lubang akan memancing berbagai fauna tanah dan akar tanaman lain untuk membuat rongga menuju LRB tersebut.

Rongga-rongga inilah yang akan menjadi jalan air dari LRB ke bagian lain tanah hingga benar-benar terserap. Air yang terserap dapat menambah cadangan air tanah dalam menghadapi musim kemarau berikutnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diwacanakan Sejak 2005 dan Gusur Rumah Real Estat, Tol Cijago Tak Kunjung Tuntas

Diwacanakan Sejak 2005 dan Gusur Rumah Real Estat, Tol Cijago Tak Kunjung Tuntas

Berita
Siapkan Perjalanan Anda, Ada Pengalihan Lalin di Tol Sedyatmo hingga Rabu

Siapkan Perjalanan Anda, Ada Pengalihan Lalin di Tol Sedyatmo hingga Rabu

Berita
[POPULER PROPERTI] Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Buat Beli Rumah

[POPULER PROPERTI] Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Buat Beli Rumah

Berita
Kementerian ATR/BPN Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa

Kementerian ATR/BPN Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa

Berita
Asosiasi Arsitek: Keikutsertaan dalam BOI Bukan Semata-mata 'Pekerjaan'

Asosiasi Arsitek: Keikutsertaan dalam BOI Bukan Semata-mata "Pekerjaan"

Berita
Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Berita
Aristoteles Hadir di Serpong, Dipatok Rp 3 Miliar Per Unit

Aristoteles Hadir di Serpong, Dipatok Rp 3 Miliar Per Unit

Perumahan
Pasca-gempa, 82 Bangunan Rusak di Sulbar Direhabilitasi

Pasca-gempa, 82 Bangunan Rusak di Sulbar Direhabilitasi

Berita
MRT Jakarta Tawarkan Sejumlah Keuntungan bagi Startup yang Mau Kerja Sama, Ini Syaratnya

MRT Jakarta Tawarkan Sejumlah Keuntungan bagi Startup yang Mau Kerja Sama, Ini Syaratnya

Berita
Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Konstruksi
Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Senilai Rp 1,02 Triliun Mulai Dibangun

Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Senilai Rp 1,02 Triliun Mulai Dibangun

Berita
Beli Rumah Jelang Lebaran? Ketahui Cara Jitu Pilih Pengembang

Beli Rumah Jelang Lebaran? Ketahui Cara Jitu Pilih Pengembang

Tips
Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Membeli Rumah

Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Membeli Rumah

Berita
Bertemu Presiden, Tujuh Asosiasi Ditawari Masuk Badan Otorita IKN

Bertemu Presiden, Tujuh Asosiasi Ditawari Masuk Badan Otorita IKN

Berita
[POPULER PROPERTI] Pilihan Rumah Buat Lebaran, Harga Mulai dari Rp 130 Juta

[POPULER PROPERTI] Pilihan Rumah Buat Lebaran, Harga Mulai dari Rp 130 Juta

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X