Kompas.com - 28/08/2015, 21:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

"Dari uang sebanyak itu, saya bagi-bagi. Sejumlah Rp 6 juta untuk mengolah lahan, Rp 12 juta membeli bawang di pengepul untuk dijadikan bibit, sewa pompa Rp 6 juta, dan Rp 6 juta buat pupuk serta pestisida," papar Eko. 

Sementara untuk tenaga penanam bawang, Eko merekrut sepuluh ibu muda yang diberinya upah Rp 27.000 per hari.

"Panen bawang lebih singkat waktunya. Saya hanya butuh waktu dua bulan. Tapi, itu dengan catatan air sungai di sekitar lahan garapan tidak kering. Ini saya beralih nanem brambang karena sawah padi kering dan rusak," tutur Eko.

Karena itu, dalam lima bulan ke depan, setelah bawang, Eko akan menanami lahan yang disewanya dengan cabai dan kemudian bawang kembali sampai musim hujan tiba.

"Kalau hujan tidak turun sampai Desember nanti, saya tetap akan tanam bawang meskipun hasilnya tak sebesar nanem padi. Daripada menganggur gak ada kerjaan," kata Eko.

Demikianlah Eko, sang pekerja keras. Sosok yang mewakili kaum proletar. Kaum yang tak pernah berhenti bertarung, memperebutkan hari-hari yang kadang pasti, tak jarang pula pergi.

Eko tidak mengeluh, atau pun mempertanyakan keadaan. Kendati malamnya kerap tercuri pagi, sehingga tak sempat menikmati mimpi. Karena baginya, malam hanyalah milik mereka para pendamba harapan.

Eko percaya, Tuhan punya kepastian, petani tetaplah harus menanam, sampai fajar tak kunjung datang, dan jarum jam berhenti berdebam.

Berikut video perjalanan tim Kompas.com, menyoroti kehidupan para petani di Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Brebes:

Kompas Video Petani yang Bertahan Diterpa El Nino

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.