Pasang Internet di Rusun Cengkareng, Telkom Investasi Rp 3,5 Miliar

Kompas.com - 06/08/2015, 18:03 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan rumah susun milik (rusunami) di Cengkareng yang dikembangkan Perum Perumnas, akan dilengkapi jaringan internet pribadi. Pengembang pelat merah ini menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang menyiapkan investasi total senilai Rp 3,5 miliar.

Direktur Enterprise and Business Service Telkom Muhammad Awaluddin mengatakan, dalam pemasangannya, jaringan ini bisa diatur dan tidak ada standar yang berlaku. Nilai investasi sebesar itu, dialokasikan untuk infrastruktur dasar. Rinciannya adalah untuk pemasangan serat optik dan perangkat aktif di setiap kawasan misalnya apartemen atau rumah tapak.

"Infrastruktur dasar di kawasan vertikal itu Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar. Untuk yang sifatnya landed (rumah tapak) senilai Rp 2 miliar-Rp 2,5 miliar per 500 unit," ujar Awaluddin di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Awaluddin juga mengatakan investasi ini sudah termasuk fasilitas wifiinternet nirkabel. Namun, Perumnas bisa menentukan dan berinisiatif sendiri sehingga investasinya tidak terbatas pada angka tersebut. Pasalnya, kebutuhan masyarakat tentu berbeda dalam pemakaian internet dan fasilitas lainnya.

Telkom, kata dia, berusaha mengakomodasi kebutuhan tersebut. Jika ada sekelompok pelanggan Perumnas atau pemilik rusun membutuhkan layanan solusi khusus, nantinya bisa didiskusikan kembali dengan Telkom. Pola investasi yang akan berlanjut juga bisa dibicarakan. Misalnya, untuk perdagangan dunia maya (e-commerce), smart parking atau gedungnya.

"Fasilitas ini opsional atau bisa disebut produk tambahan. Untuk produk menengah atas kita memang gak masalah," tutur Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto menimpali.

Selain rusun, kata Himawan, produk Perumnas dengan segmentasi masyarakat menengah ke atas, antara lain apartemen dan kondotel juga akan dipasangi internet pribadi. Untuk rusun yang belum memiliki fasilitas ini, nantinya akan ditambahkan.

Himawan melanjutkan, meski pemilik rusun didominasi kelas menengah, namun mereka ini adalah profesional muda. Memakai internet sudah menjadi gaya hidup. Untuk skema paket dan ketentuan harga, kata Himawan, nanti akan dibahas lebih lanjut.

"Menggunakan jasa itu pelanggan bayar sendiri. Biayanya di luar service charge yang ditetapkan pengelola gedung. Tapi, kita ingin memudahkan pelanggan yang memanfaatkan teknologi," jelas dia.

Himawan juga memperhitungkan, dalam satu menara saja, ada 300-400 unit atau kepala keluarga yang bisa tinggal. Kalau Perumnas membangun 18 menara, maka akan ada 4.000-5.000 kepala keluarga. Jumlah ini, menurut dia, cukup banyak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.