Atasi Kekeringan, Kementerian PUPR Bangun Sumur Dalam dan Percepat Pembangunan Bendungan

Kompas.com - 02/08/2015, 17:16 WIB
Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi memadamkan api di perkebunan sawit Kelompok Tani Seiyo Sekato di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (8/7). Kebakaran di kawasan ini belum dapat dikendalikan sejak api muncul pada awal Juli dari hutan negara di sekitar kebun. Kebakaran telah meluas menjadi sekitar 160 hektar. KOMPAS/IRMA TAMBUNANTim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi memadamkan api di perkebunan sawit Kelompok Tani Seiyo Sekato di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (8/7). Kebakaran di kawasan ini belum dapat dikendalikan sejak api muncul pada awal Juli dari hutan negara di sekitar kebun. Kebakaran telah meluas menjadi sekitar 160 hektar.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kekeringan yang sudah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Langkah tersebut adalah melakukan penyuluhan kepada para petani air. Kementerian PUPR menjelaskan kepada mereka bagaimana memanfaatkan air secara efisien dan efektif melalui Gerakan Hemat Air dan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup.

"Kami juga melakukan pemantauan secara intensif terhadap ketersediaan air di waduk-waduk," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Mengutip catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Mei 2015 sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Wilayah tersebut adalah Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Bali, NTB, dan NTT.

Kekeringan telah melanda 12 provinsi, 77 kabupaten atau kota dan 526 kecamatan. Hingga Juli 2015, sekitar 111.000 hektar sawah mengalami kekeringan. Sebanyak 222.847 hektar sawah irigasi berpotensi kekeringan dan akan kehilangan panen lebih dari 1 juta ton.

Selain langkah antisipasi, Kementerian PUPR juga membuat langkah yang sifatnya jangka pendek, yakni, penangggulangan kekeringan, dengan cara menyediakan pompa air, suplai air bersih melalui mobil tanki dan hidran umum di daerah krisis air, serta membuat sumur-sumur dalam yang dilengkapi dengan pompa.

"Itu langkah jangka pendek. Untuk jangka menengah Kementerian PUPR melakukan percepatan pembangunan 13 bendungan yang tersebar di 10 propinsi pada tahun 2015 ini,” tambah Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.