Kompas.com - 31/07/2015, 07:11 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak anggapan yang beredar bahwa membangun gedung hijau ramah lingkungan membutuhkan biaya tinggi. Director Center for Sustainable Buildings and Construction Authority of Singapore Jeffrey Neng justru membantah pemikiran tersebut.

"Tahun lalu, kami (Singapura) mendemonstrasikan bagaimana mendesain bangunan tanpa mengeluarkan biaya tinggi. Tentu desainer atau arsitek harus mengetahui apa yang harus dilakukan," ujar Jeffrey di Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Menurut Jeffrey, pengembang atau arsitek bisa membuat standar tertentu tanpa biaya tambahan. Ia menjelaskan, selama kurang dari sepuluh tahun upaya Singapura menciptakan bangunan hijau, paling tidak kelebihan biaya yang ditemukan saat konstruksi adalah 3-5 persen.

Namun, kelebihan biaya ini akan kembali kepada pengembang atau pengelola gedung. Pengembalian ini setidaknya terjadi dalam kurun waktu 8-10 tahun setelah gedung beroperasi.

"Tolong bedakan antara cost (biaya) dan investasi. Kalau biaya, berarti uang Anda keluar begitu saja. Tapi, kalau investasi, uang Anda akan kembali," tutur Jeffrey.

Pada 2006, Singapura menyiapkan 20 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 196 miliar. Dana ini adalah investasi yang diberikan kepada pengembang swasta untuk membangun gedung-gedung ramah lingkungan.

Menjaga lingkungan dan energi di dalam gedung, menurut Jeffrey, sama saja menjaga aset. Tahun-tahun berikutnya bisa menjadi tantangan bagi gedung tersebut. Harga akan terus naik yang disebabkan biaya perawatan juga tinggi. Dengan demikian, transformasi gedung sangat penting khususnya untuk menjaga keberlanjutan gedung itu sendiri.

Tentu saja,menurut Jeffrey, gedung hijau seharusnya lebih tahan lama dan tidak cepat rusak dibandingkan gedung non-hijau. Ia menambahkan, saat ini, Singapura tengah membantu negara-negara berkembang sekitarnya, misalnya Thailand dan Myanmar, dalam mewujudkan kota-kota yang memiliki gedung hijau.

"Kami ingin menggunakan dan membagi pengalaman selama 10 tahun terakhir. Dengan begitu, negara-negara lain, seperti Indonesia, bisa mengurangi masa mempelajari membangun gedung hijau," jelas Jeffrey.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.