Pemerintah Bayar Ganti Rugi 2.000 KK Terdampak Bendungan Jatigede

Kompas.com - 26/06/2015, 20:09 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Santunan untuk 2.000 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak sosial daerah genangan Bendungan Jatigede, Sumedang, dibayarkan hari ini, Jumat (26/6/2015). Pembayaran dilakukan setelah melalui proses verifikasi.

Direktur Jenderal  Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mudjiadi mengatakan pembayaran kompensasi senilai Rp 741 miliar akan diberikan untuk 11.469 KK. 

"Untuk hari ini ada 2.000 KK yang dibayarkan santunannya,” tutur Mudjiadi.

Mudjiadi menargetkan, akhir Juli 2015 proses pembayaran dapat diselesaikan seluruhnya. Setelah itu, sebulan berikutnya akan dimulai penggenangan. Namun, sebelum pengisian waduk, ada tiga tahapan yang harus dilaksanakan.

“Pertama adalah pengosongan area genangan berupa pengosongan penduduk, pengosongan satwa dan pemindahan situs. Saat ini tersisa 15 situs dari total 48 situs,” tambah Mudjiadi.

Tahap kedua adalah, pembersihan area genangan berupa penebangan pohon di lahan perhutani seluas 1.300 hektar, dan aset-aset PLN, serta rumah tidak berpenghuni.

Ketiga adalah tahap pengisian waduk yang akan dilaksanakan selama 219 hari dengan asumsi dimulai awal Agustus 2015.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pelaksanaan ganti rugi adalah milestone pembayaran kompensasi dampak sosial.

“Proyek bendungan Jatigede yang digagas 40 tahun lalu, dibangun 5 tahun lalu dan selesai 1 tahun lalu belum di-"apa-apa-in", besok milestone-nya, warga yang berada di daerah genangan mulai dibayar ganti rugi dan kadeudeuh-nya,” tutur Basuki seraya menambahkan, dengan berfungsinya Bendungan Jatigede, daerah Indramayu tidak akan lagi kekeringan dan terkena banjir. 

Bendungan Jatigede yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat mempunyai luasan 4.983 hektar dengan kapasitas tampungan air 980 juta meter kubik. Bendungan tersebut menampung air dari sungai Cimanuk dan akan dimanfaatkan untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X