Kompas.com - 26/05/2015, 08:04 WIB
|
EditorHilda B Alexander

SINGAPURA, KOMPAS.com — Menyusuri jalan dan sudut-sudut kota Singapura tak pernah membosankan. Kita dihadapkan hanya pada pilihan bahwa kondisi arus lalu lintas bebas macet, dan fasilitas publik, terutama transportasi, aman, nyaman, murah, efektif, dan menyenangkan.

Berbeda dengan Jakarta. Kemacetan terjadi setiap saat dan di setiap sudut kota, terutama di jalur-jalur strategis menuju pusat bisnis, perkantoran, pusat komersial, dan pusat aktivitas sehari-hari.

Lantas, apa rahasia Singapura bisa menata wilayahnya demikian baik dan memanjakan warganya? 

Ternyata, kunci utamanya ada pada strategi perencanaan jangka panjang dan tata guna lahan untuk transportasi terintegrasi. Kebijakan perencanaan kota Singapura dilakukan melalui concept plan yang disusun dan direvisi secara berkala.

Concept plan ini telah dimulai sejak 1971, yang diperbarui dan direvisi pada 1991, 2001, dan 2013, serta berlaku hingga 2030. Pemerintah Singapura kemudian menjabarkan concept plan menjadi rancangan induk atau masterplan yang dievaluasi setiap lima tahun.

Perencanaan dan pelaksanaan concept plan sepenuhnya melalui mekanisme instruktif dari atas ke bawah (top-down). Hal ini ditegaskan dalam dokumen pelaksanaan rancangan induk, dengan target besar yang sangat rigid, yakni pemenuhan penyediaan untuk perumahan rakyat yang terjangkau, penyediaan lingkungan hidup yang nyaman, menjaga Singapura hijau, menjaga keragaman hayati, menjaga mobilitas penduduk, dan menjaga bangunan bersejarah.

Namun, seiring perkembangan zaman, sejak concept plan dan masterplan pertama dilansir pada tahun 1971, muncul tuntutan terhadap kebijakan berbasis aspirasi masyarakat (bottom-up) yang semakin besar berupa konsultasi publik dan penekanan pada kenyamanan hidup. Namun, pemerintah pusat tetap secara holistis mengatur ketat.

Pemerintah Singapura melalui Land and Transportation Authority (LTA) pun kemudian menciptakan formulasi sistem transportasi publik terintegrasi dengan pengembangan hunian, komersial, fasilitas umum, dan pilihan moda transportasi yang nyaman, aman, dan efektif. Pemberlakuan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) adalah awal penataan transportasi sistematis.

Dalam perjalanan pemberlakuan sistem ERP ini, efeknya ternyata belum mampu secara signifikan mengurangi populasi kendaraan, meskipun kepadatan kendaraan menuju pusat kota bisa dibatasi. Untuk itulah, Pemerintah Singapura kemudian memperbaruinya dengan sistem ERP tahap II.

Sebenarnya, ERP tahap II adalah pembaruan dan generasi baru ERP tahap awal dengan memakai sistem navigasi satelit global. Pengaturan arus lalu lintas dan pengenaan tarif menjadi langsung atau real time melalui satelit dan sistem on-board. Dengam model ini, mereka akan mengganti sistem gantry yang sudah kuno. Sementara itu, Jakarta baru akan memulainya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

Berita
Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Berita
Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Konstruksi
Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Perumahan
Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Berita
Apa Beda Rumah 'Cluster' dengan 'Townhouse'? Ini Jawabannya

Apa Beda Rumah "Cluster" dengan "Townhouse"? Ini Jawabannya

Hunian
Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Hunian
KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

Berita
Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta 'One Satrio' Dibuka November 2022

Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta "One Satrio" Dibuka November 2022

Ritel
Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Interior
Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Berita
Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Ritel
Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Kawasan Terpadu
Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Berita
Target Akhir 2022, Tol Cisumdawu Bisa Dilewati Hingga Seksi 4

Target Akhir 2022, Tol Cisumdawu Bisa Dilewati Hingga Seksi 4

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.