Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/04/2015, 12:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya minat tinggal di tengah kota, seiring kemacetan Jakarta yang semakin parah, direspon Agung Podomoro Group melalui rencana pengembangan Podomoro Park di Jl Ngurah Rai, Jakarta Timur.

Raksasa properti dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 8,9 triliun ini akan menyulap area seluas 12 hektar tersebut menjadi sekuel "Kalibata City" atau "Kalibata City Plus-plus". 

Menurut Marketing Director Agung Podomoro Group, Indra W Antono, sama seperti megaproyek Kalibata City, Podomoro Park juga merupakan properti dengan konsep multifungsi yang mengintegrasikan apartemen, ruko, dan ruang ritel atau pusat belanja penunjang.

"Potensi pasar di Jl Ngurah Rai, dan juga kawasan di sekitarnya sangat besar. Mereka membutuhkan hunian representatif, pusat belanja memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan juga tempat aktualisasi. Saat ini, belum ada fasilitas seperti itu," tutur Indra kepada Kompas.com, Selasa (7/4/2015).

Saat ini, aku Indra, Podomoro Park masih dalam proses persiapan, mulai dari perizinan termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB), analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), studi kelayakan, dan proyeksi nilai investasi.

"Kami masih proses menyusun budget," tandas Investor Relation, Wibisono.

Namun, satu yang pasti, tambah Indra, Podomoro Park didedikasikan untuk pasar dengan segmen menengah-menengah. "Ceruk pasar ini yang paling besar dan kebutuhannya belum seluruhnya terpenuhi. Harganya samalah dengan Kalibata City, sekitar Rp 300 jutaan per unit untuk tipe terkecil," imbuh Indra.

Ada pun realisasi pengembangan Podomoro Park, menurut Indra akan dilakukan segera setelah seluruh perizinan dan persiapan rampung. Targetnya paling lambat akhir tahun 2015 sudah mulai dibangun.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+