Kampus Teknologi Bergaya Spanyol-Islam Menarik Penikmat Arsitektur

Kompas.com - 28/03/2015, 07:00 WIB
Ciri-ciri yang khusus untuk gaya Universitas Texas Tech adalah barisan tiang, penggunaan material seperti campuran bata, serta simetri dan rasio komponen bangunan menggunakan material batu. dailytoreador.comCiri-ciri yang khusus untuk gaya Universitas Texas Tech adalah barisan tiang, penggunaan material seperti campuran bata, serta simetri dan rasio komponen bangunan menggunakan material batu.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Beberapa lembaga pendidikan di Amerika Serikat memiliki sejarah dan tradisi yang dibentuk oleh estetika bangunan di kampus. Texas Tech misalnya, adalah universitas dengan arsitektur gedung bergaya Spanyol zaman Renaisans.

Gaya ini, pertama kali dibangun di daerah Andalusia dan Kastilia Spanyol. Selanjutnya, gaya ini dipengaruhi oleh sisa-sisa terakhir Dinasti Nasrid Islam yang dipaksa keluar dari Spanyol pada tahun 1492.

Wakil rektor bidang fasilitas, perencanaan dan pembangunan di Texas Tech, Michael Molina, menyebutkan bahwa arsitek kampus, William Ward Watkin, membawa gaya desain asli untuk pengembangan kampus baru.

"Ciri-ciri yang khusus untuk gaya Texas Tech adalah barisan tiang, penggunaan material seperti campuran bata, serta simetri dan rasio komponen bangunan menggunakan material batu," kata Molina.

Penting dalam gaya ini, menurut rancangan yang ada, adalah bangunan berbentuk C, bentuk asimetris l, bujursangkar dan sayap ganda atau bangunan berbentuk H.

Setiap bentuk yang berbeda dari bangunan melayani orang-orang tertentu untuk memajukan estetika kampus. Banyak potongan estetika eksterior yang harus dipertimbangkan, yaitu penempatan jendela, penempatan pintu, dan penempatan batu. Tidak hanya itu, Molina juga mengatakan, pihaknya mempertimbangkan bagaimana bahan-bahan tersebut bisa berinteraksi satu sama lain.

Besi pada gaya Spanyol Rejas, atau gaya Spanyol yang terinspirasi besi, juga digunakan sebagai material fungsional yang melekat pada bangunan. Besi yang kini digunakan sebagai hiasan dekoratif pada bangunan, sering ditemukan dekat dengan pintu masuk utama gedung, balkon atau tempa besi di atas jendela.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiang-tiang sudah digunakan sejak berdirinya kampus asli. Watkin membayangkan, bangunan baru dibingkai oleh jaringan bertiang.

"Aspek lain dari gedung baru adalah pemanfaatan ruang plaza dan halaman. Apa yang kita sudah miliki di kampus kami, akan terus kami integrasikan dengan desain di masa depan desain," kata Molina.

Desain Tech telah dibentuk berdasarkan keputusan untuk menjaga arsitektur Renaissance Spanyol sebagai tema yang berulang di seluruh kampus. Karakter Spanyol, Matador, serta warna merah dan hitam, dipilih untuk pemenuhan tema yang ditetapkan.

"Hari ini kita benar-benar menjaga kebijakan yang cukup jelas melalui rencana induk. Kita tidak akan membangun (struktur) tanpa merefleksikan gaya desain Renaisans Spanyol," ujar Molina.

Gaya ini dan kekompakan seluruh kampus juga berdampak besar pada pengunjung, maupun mahasiswa. Salah seorang mahasiswa, Alex Brunton, mengaku tertarik ketika ia pertama kali datang ke Tech. Padahal sebelumnya, ia bukanlah penikmat atau pemerhati arsitektur.

"Rasanya menyenangkan berjalan melewati rumput-rumput dan pohon, tidak hanya berjalan di trotoar. Saya juga bangga ketika orang me-tweet gambar kampus Tech," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asrinesia Gelar Pameran Virtual hingga September 2021

Asrinesia Gelar Pameran Virtual hingga September 2021

Arsitektur
Jamin KPR Subsidi Tepat Sasaran, BTN Urai Syarat dan Proses Seleksi

Jamin KPR Subsidi Tepat Sasaran, BTN Urai Syarat dan Proses Seleksi

Berita
Perusahaan Milik John Riady Raup Laba Bersih Kuartal I Rp 256 Miliar

Perusahaan Milik John Riady Raup Laba Bersih Kuartal I Rp 256 Miliar

Berita
Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Perumahan
Intiland Pasarkan Klaster Baru, Bidik Keluarga Muda yang Merdeka Secara Finansial

Intiland Pasarkan Klaster Baru, Bidik Keluarga Muda yang Merdeka Secara Finansial

Perumahan
Belum Setahun Diluncurkan, SiKumbang Simpan Data Lebih dari Satu Juta Rumah

Belum Setahun Diluncurkan, SiKumbang Simpan Data Lebih dari Satu Juta Rumah

Berita
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Beberkan Karut Marut Rumah Subsidi

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Beberkan Karut Marut Rumah Subsidi

Berita
Cara New York Atasi Sungai Kotor, Bangun Kolam yang Bisa Menyerap 600.000 Galon Air Per Hari

Cara New York Atasi Sungai Kotor, Bangun Kolam yang Bisa Menyerap 600.000 Galon Air Per Hari

Arsitektur
Hingga Juni 2021, Realisasi Subsidi Rumah FLPP Baru 76.222 Unit

Hingga Juni 2021, Realisasi Subsidi Rumah FLPP Baru 76.222 Unit

Berita
Surya Siap Dukung Pemprov Jambi Tingkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam

Surya Siap Dukung Pemprov Jambi Tingkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam

Berita
Model Percontohan Jawa Bagian Selatan, Pawonsari Diusulkan Masuk PSN

Model Percontohan Jawa Bagian Selatan, Pawonsari Diusulkan Masuk PSN

Berita
Pengendali Banjir Ini Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional

Pengendali Banjir Ini Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional

Berita
Penthouse Miami Beach, Properti Termahal yang Dibeli dengan Cryptocurrency

Penthouse Miami Beach, Properti Termahal yang Dibeli dengan Cryptocurrency

Berita
[POPULER PROPERTI] Duet Waskita-Terregra, Bangun PLTM Senilai Rp 377 Miliar

[POPULER PROPERTI] Duet Waskita-Terregra, Bangun PLTM Senilai Rp 377 Miliar

Berita
Sampah Menggunung di 1.000 Titik Kota Medan, Ini Langkah Bobby Nasution

Sampah Menggunung di 1.000 Titik Kota Medan, Ini Langkah Bobby Nasution

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X