Kompas.com - 11/03/2015, 11:43 WIB
Pekerja melintas di dekat gedung Wisma Kosgoro di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang masih terbakar, Selasa (10/3) pagi. Petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api di gedung itu. Kebakaran mulai terjadi Senin (9/3) petang. KOMPAS/PRIYOMBODO Pekerja melintas di dekat gedung Wisma Kosgoro di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang masih terbakar, Selasa (10/3) pagi. Petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan api di gedung itu. Kebakaran mulai terjadi Senin (9/3) petang.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mencegah kebakaran seperti yang terjadi pada Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (09/03/2015), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Bencana (PKPB) pada tahun 2015 ini berencana memasang stiker himbauan pada bangunan-bangunan tinggi yang sistem proteksi kebakarannya tidak memenuhi kriteria.

Kepala Dinas BPKB, Subedjo mengungkapkan rencana tersebut saat ditemui Kompas.com, Selasa (10/3/2015). Subedjo menjelaskan nantinya stiker himbauan tersebut bertuliskan “Gedung ini tidak memenuhi persyaratan keselamatan kebakaran”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ke depannya bila ada gedung yang tidak memiliki sistem proteksi kebakaran yang baik, kami akan memasang stiker di gedung tersebut. Kalau hotel dan pusat bisnis misalnya, para pengunjung dan tenan kan akan waswas dengan penempelan stiker bahwa gedung belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang mumpuni,” ujar Subedjo.

Subedjo berharap dengan adanya kebijakan tersebut, pihak pengelola yang tidak mematuhi persyaratan keselamatan kebakaran akan jera.

"Kami berharap dengan diberlakukannya sanksi tersebut, pengelola yang tidak memiliki itikad baik akan jera. Jadi potensi kebakaran yang selama ini terjadi pada bangunan tinggi akan berkurang," lanjut Subedjo.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 126 bangunan tinggi di Jakarta rawan kebakaran. Sebagiandari gedung-gedung tersebut belum memiliki sistem proteksi kebakaran, sebagian sudah memiliki namun kondisinya kurang terawat, serta minimnya tenaga teknis yang mengoperasikan sistem tersebut.

Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Bencana (PKPB) Provinsi DKI Jakarta bulan Maret 2015, 126 gedung tersebut terbagi atas 37 milik pemerintah dan 89 milik swasta.

Ada pun jenis bangunannya, terdiri dari perkantoran (75 bangunan), apartemen (29 bangunan), hotel (9 bangunan), pusat perdagangan dan mal (1 bangunan), institusi (8 bangunan), dan gedung multifungsi atau mixed use (4 bangunan). Sedangkan 261 bangunan masih belum terdata karena merupakan gedung baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.