Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/03/2015, 18:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

LHOKSUKON, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memulai pembangunan Bendungan Keureuto, di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang ditandai dengan pengerukan tanah pertama, pada Senin (9/3/2015).

Seremoni pengerukan tanah pertama tersebut disaksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi.

Peresmian pembangunan Bendungan Keureuto ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Jokowi selama dua hari di bumi Serambi Mekkah. Selain melakukan pengerukan tanah pertama Bendungan Keureuto, Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana, juga meninjau PT Pertamina Gas Arun, Bendungan Paya Seunara, Pelabuhan Bebas Sabang dan peluncuran Logo Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Bendungan Keureuto adalah bendungan terbesar yang dibangun tahun ini. Pembangunan bendungan, tambah Jokowi, dapat meningkatkan perekonomian Aceh melalui kenaikan produksi beras dan pertanian lainnya. Pasalnya manfaat bendungan ini tidak hanya untuk irigasi melainkan juga pariwisara.

"Aceh itu surplus beras. Dengan dibangunnya Bendungan Keureuto, produksi beras pasti naik. Pembangunan waduk akan ada manfaatnya dan memberikan sumbangan kepada daerah lain yang masih defisit produksi beras," tutur Jokowi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri PUPR menyatakan, Bendungan Keureuto merupakan kedua dari total 13 bendungan yang dibangun tahun ini.

"Tigabelas bendungan yang dibangun tahun ini juga merupakan bagian dari total 49 bendungan yang dibangun selama lima tahun anggaran periode 2014-2019," jelas Basuki.

Basuki juga memastikan, setelah peresmian hari ini, konstruksi akan dilanjutkan besok. Kontraktor pelaksana sudah ditunjuk yakni Hutama Karya, Wijaya Karya, Brantas Abipraya, dan dua kontraktor lokal.

"Kami harapkan pembangunan Bendungan Keureuto selesai dalam empat tahun," tandas Basukim

Basuki menjelaskan, sungai Krueng Keureuto, merupakan penyebab utama terjadinya banjir di Lhoksukon, dan sekitarnya, dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+