Jepang Optimistis dengan Prospek Investasi di Indonesia

Kompas.com - 17/02/2015, 11:04 WIB
Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Loh-Meow Chong saat berbicara pada seminar bertema 'Prinsip Kehati-hatian Dalam Pengelolaan Hutang Luar Negeri Korporasi non-Bank' yang diselenggarakan The Globally Connected City – Orange County di Lippo Cikarang, Senin (16/2/2015).  Dok Lippo CikarangPresiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Loh-Meow Chong saat berbicara pada seminar bertema 'Prinsip Kehati-hatian Dalam Pengelolaan Hutang Luar Negeri Korporasi non-Bank' yang diselenggarakan The Globally Connected City – Orange County di Lippo Cikarang, Senin (16/2/2015).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Investor Jepang optimistis terhadap prospek investasi di Indonesia. Optimisme tersebut salah satunya disampaikan oleh Tsutomu Yasunaka dari PT Araya Steel Tube Indonesia pada seminar yang diselenggarakan oleh The Globally Connected City – Orange County di Lippo Cikarang, Senin (16/2/2015).

"Kami merespon positif peraturan tersebut dan siap melaksanakannya, terlebih karena kami mendapatkan sosialisasi langsung," ujar Yasunaka.

Pada seminar tersebut hadir beberapa perusahaan besar Jepang, diantaranya PT Howa Indonesia, PT Mitutoyo Indonesia, PT Tenma Cikarang Indonesia, serta PT Kaji Machinery Indonesia yang berbasis di kawasan industri Lippo Cikarang. Hasil seminar tersebut juga memaparkan perbincangan tentang 'Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Hutang Luar Negeri Korporasi Non Bank’ yang tertuang dalam Peraturan BI No.16/21/2014 & Surat Edaran BI No. 16/24/DKEM.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Loh-Meow Chong mengatakan, perusahaan Jepang menyambut baik peraturan tersebut karena dinilai akan mengurangi resiko votalitas nilai tukar rupiah. Jepang optimistis terhadap prospek investasi di Indonesia, dan ingin menambah investasinya.

"Sebagai pengelola kawasan industri dan kami tentu harus mendukung upaya menyosialisasikan peraturan-peraturan dari otoritas Indonesia untuk membantu kemudahan investasi itu," kata Loh.

Untuk mendukung upaya tersebut, Lippo Cikarang sendiri tengah menyediakan Orange County seluas 322 hektar. Orange County akan menjadi pusat kegiatan bisnis dan gaya hidup di Koridor Timur Jakarta dengan pembangunan mega konstruksi seluas 16.500.000 m2 terdiri dari area Lippo CBD seluas 82,3 hektar.

Orange County berada di kawasan segitiga emas baru di Koridor Timur Jakarta karena lokasinya tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Jababeka, serta Delta Mas. Kawasan itu telah menjadi area economic base yang kokoh, yaitu kawasan industri dan menjadi destinasi banyak perusahaan internasional untuk menanamkan investasinya dalam bentuk industri manufaktur, mulai Toyota, Honda, Suzuki, dan banyak lagi.

Sebelumnya, Kami (12/2/2015) lalu, Menteri Perindustrian RI Saleh Husin telah meletakkan batu pertama awal pembangunan Orange County. Peletakan batu pertama tersebut menandai tumbuhnya kawasan investasi baru dengan potensi investasi mencapai Rp 250 triliun.

Rencananya, kawasan industri di Koridor Timur Jakarta akan dikembangkan dengan dukungan Pemerintah yang akan membangun dua sarana Infrastruktur strategis, yaitu Karawang International Airport dan Cilamaya Deep New Port.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X