Kompas.com - 16/02/2015, 10:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander
TIMIKA, KOMPAS.com - "Sumber daya di Papua sangat luar biasa. Terutama air yang melimpah. Ini bisa diolah dan dikembangkan sebagai sumber daya energi," tutur Kepala Balai Sungai Papua, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat, Happy Mulia kepada Kompas.com, di Timika, Minggu (15/2/2015). 

Happy menambahkan, curah hujan di Papua sangat tinggi. Di Ilaga, Kabupaten Puncak, curah hujan bisa mencapai 4.000 milimeter per tahun. Demikian halnya dengan cekungan air tanah yang punya potensi miliaran kubik per tahun, dan masih terdapatnya 4.860 hektar rawa yang bisa dikembangkan. Sementara rawa yang baru dikembangkan dan dimanfaatkan seluas 28.000 hektar untuk irigasi sawah, dan air baku.

Dengan potensi air tanah dan air permukaan yang sangat baik ini, kata Happy, bisa dikembangkan lebih maksimal lagi. Saat ini, Balai Wilayah Sungai Papua tengah mengembangkan pengelolaan irigasi sawah, konservasi pengembangan banjir, dan pantai air baku di 28 kabupaten dengan anggaran sekitar Rp 500 miliar.

"Dua di antaranya adalah pengembangan irigasi dan rawa di Merauke dan Nabire," ungkap Happy. 


Potensi energi listrik

Meski punya potensi luar biasa dengan asumsi dapat menghasilkan 11,8 giga watt di 59 lokasi untuk pasokan listrik, namun Papua tidak masuk dalam rencana pengembangan 64 waduk besar yang dicanangkan pemerintah.

"Pasalnya untuk membangun waduk pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) butuh dana triliunan rupiah. Di Papua, biaya konstruksinya bisa tiga kali lipat lebih mahal. Jadi yang paling realistis dibangun adalah waduk skala kecil, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Listrik Mini Hidro (PLTMH)," jelas Happy seraya menambahkan, PLTMH 2 x 350 kilowatt bisa untuk mememnuhi kebutuhan energi satu ibu kota kabupaten.

Sementara untuk pengembangan infrastruktur air baku dan pengendalian banjir, kata Happy, bisa dibangun sejenis long storage dengan dimensi 2 sampai 3 kilometer. Penampung air ini punya kapasitas 45.000 meter kubik.

"Efektif mengendalikan banjir," tandas Happy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.