Shanghai Darurat Polusi Udara

Kompas.com - 11/01/2015, 21:27 WIB
Cakrawala Beijing yang tertutup asap polutan, Sabtu (10/1/2015). ChinaFotoPressCakrawala Beijing yang tertutup asap polutan, Sabtu (10/1/2015).
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Akhirnya Shanghai mengeluarkan peringatan darurat polusi udara kepada warganya terkait kualitas udara yang buruk. Udara Shanghai diketahui telah tercemar polutan berbahaya.

Pemerintah setempat melarang orang tua, anak-anak dan orang-orang dengan penyakit jantung dan paru-paru untuk beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah Shanghai juga menyarankan warga untuk membatasi membuka jendela rumah mereka.

Badan Meteorologi Shanghai meningkatkan peringatan darurat polusi menjadi warna biru berdasarkan index kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang mencapai 275 pada Sabtu (10/1/2015). Ini artinya, udara Shanghai tercemar berat.

Badan Meteorologi Shanghai juga menyebutkan angin kencang membantu penyebaran polusi dan asap yang terjadi Minggu ini (11/1/2015), dan Senin besok (12/1/2015).

Buruknya kualitas udara kota Shanghai ini sampai membuat para blogger dan pengguna internet berseloroh. Menurut mereka, Shanghai hanya memiliki tiga hari bebas polusi pada tahun ini, selebihnya diklasifikasikan sebagai hari yang tercemar, dan tercemar berat.

"Seperti Beijing, sekarang masker telah menjadi kebutuhan sehari-hari di Shanghai," tulis seorang blogger.

Di Beijing, Biro Perlindungan Lingkungan meningkatkan peringatan polusi menjadi warna kuning atau peringatan ketiga tertinggi pada pukul 05:00 Sabtu (10/1/2015).

"Untuk memudahkan akumulasi polutan, kami telah mengambil langkah untuk menaikkan peringatan menjadi warna kuning, dan meminta agar semua departemen mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi," kata pejabat Biro Perlindungan Lingkungan Beijing.

Keresahan masyarakat terhadap polusi udara mendorong pemerintah menyatakan "perang melawan polusi" dan bersumpah untuk mengurangi penggunaan batubara di beberapa daerah. Pemerintah kota Beijing juga telah menutup pabrik-pabrik dan memperkenalkan standar bahan bakar baru.

Beijing mencatat sedikit penurunan tingkat asap tahun lalu, meskipun kepadatan rata-rata polutan masih lebih dari tiga kali lipat dari batas yang ditentukan WHO.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X