Ini Dia... Sembilan Bangunan Kontroversial Sepanjang Masa!

Kompas.com - 01/12/2014, 15:54 WIB
Al-Wakrah bukan satu-satunya bangunan kontroversial. Seperti berikut ini, sembilan bangunan dengan kontroversi terbesar di dunia www.archdaily.comAl-Wakrah bukan satu-satunya bangunan kontroversial. Seperti berikut ini, sembilan bangunan dengan kontroversi terbesar di dunia
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Sebuah bangunan biasanya berdiri atas berbagai aspek. Ada banyak cerita atau kontroversi di setiap pembangunannya. Kontroversinya pun bisa bermacam-macam, tergantung situasi dan kondisi selama pembangunan berlangsung.

Salah satu gedung atau bangunan yang menjadi pembicaraan adalah Al-Wakrah Stadium di Doha, Qatar. Stadion tersebut dibuat oleh Zaha Hadid untuk event Piala Dunia 2022 di Qatar.
Bangunan tersebut menjadi kontroversi ketika banyak pekerjanya tewas selama pembangunan berlangsung.

Namun, tentu saja, Al-Wakrah bukan satu-satunya bangunan kontroversial. Seperti berikut ini, sembilan bangunan dengan kontroversi terbesar di dunia berdasarkan versi ArchDaily.com:

www.archdaily.com Al-Wakrah Stadium di Doha, Qatar. Stadion tersebut dibuat oleh Zaha Hadid untuk event Piala Dunia 2022 di Qatar. Bangunan tersebut menjadi kontroversi ketika banyak pekerjanya tewas selama pembangunan berlangsung.
9. The Portland Building (Portland, Amerika Serikat)/Michael Graves

The Portland Building dibangun Michael Graves dan menjadi bangunan pertama era post-modern di Amerika Utara. Bangunan tersebut mulai menjadi kontroversi ketika banyak yang bertanya tentang validitas dan kegunaannya pada penduduk Portland.

Selain itu, The Portland Building juga menerima kritik keras akibat desain berlebihan dan rencana interior tertutup di dalamnya.

8. Sagrada Familia (Barcelona, Spanyol)/Antoni Gaudi

La Sagrada Familia merupakan basilika Katolik Roma yang menjadi ikon kota Barcelona. Basilika merupakan proyek konstruksi terpanjang di dunia.

Tahun ini merupakan tahun ke-132 Basilika sejak kali pertama dibangun pada 1882. Pembangunannya terhenti pada 1926 setelah sang arsitek, Antoni Gaudi, meninggal akibat kecelakaan.

Hampir 100 tahun setelah kematian Gaudi, serangkaian arsitek telah mengeksekusi lanjutan bangunan ini, meski gambar aslinya telah hancur total akibat Perang Saudara di Spanyol.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X