Persaingan Apartemen Menengah di Bekasi Makin Sengit

Kompas.com - 28/11/2014, 10:48 WIB
Keterjangkauan harga menjadi penentu penjualan, selain juga kelengkapan fasilitas setara dengan apartemen menengah atas antara lain kolam renang, arena bermain anak, dan sebagainya. Ia optimistis, Bekasi belum kelebihan pasokan apartemen sampai saat ini, www.shutterstock.comKeterjangkauan harga menjadi penentu penjualan, selain juga kelengkapan fasilitas setara dengan apartemen menengah atas antara lain kolam renang, arena bermain anak, dan sebagainya. Ia optimistis, Bekasi belum kelebihan pasokan apartemen sampai saat ini,
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan menjual konsep fasilitas setara bintang lima, banyak apartemen kelas menengah di Bekasi terus diburu, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi. Tak lain, hal itu terkait dengan banyaknya perusahaan nasional dan multinasional beroperasi di industri ini sehingga memicu pertumbuhan permintaan hunian dan ruang perkantoran.

Saat ini semakin banyak kantor perwakilan (representative office) perusahaan-perusahaan dari Jakarta berpindah ke Bekasi. Hal tersebut direspon dengan cepat oleh pengembang lantaran sarat potensi sebagai pasar properti.

Salah satu pengembang ikut mencicipi potensi itu adalah Gapuraprima Group, yang melalui anak usahanya PT Gapura Inti Utama, mengembangkan proyek terpadu BTC City. Proyek berlokasi di Jalan HM. Joyomartono, Bulak Kapal, Bekasi Timur, itu meliputi dari dua tower apartemen, satu tower kondotel, rumah sakit, mal dan ruang pertemuan.

"Posisinya cukup strategis karena dekat dengan aktivitas bisnis Jakarta, dan juga dikelilingi kawasan industri seperti Cibitung dan Cikarang. Akses transportasi di Bekasi, yaitu jalan tol, memberi pengaruh tinggi bagi pertumbuhan industri properti di kota ini. Ini daya tariknya," ujar Chief Operating Officer (COO) Gapuraprima Group, Arief Aryanto, kepada Kompas.com, terkait peletakkan batu pertama Tower Mont Blanc BTC City, Kamis (27/11/2014).

"Belum lagi pertumbuhan penduduk yang melejit, ini membuat ketersediaan lahan untuk rumah tapak di Bekasi semakin sedikit sehingga pengembang seperti kami berlomba membangun hunian vertikal," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Arief, pihaknya mempersiapkan proyek ini secara matang. Menurutnya, rencana pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai apartemen, kondotel, perkantoran, rumah sakit, mal dan ruang pertemuan. Target akhir pembangunan ini akan selesai pada akhir 2016 dan akan dioperasikan secara bertahap.

Persaingan

Ceruk bisnis apartemen di Bekasi memang sangat menjanjikan. Tingginya kebutuhan di tengah sulit dan mahalnya harga lahan menjadi penyebab pengembang terus membidik wilayah ini.

Berdasarkan catatan Kompas.com, hingga akhir 2013 lalu saja lebih dari 18 ribu unit dari 17 proyek apartemen tengah dikembangkan di Bekasi. Beberapa proyek apartemen itu antara lain Green Palace Residence, Grand Dhika City, Indigo Apartment, TTL Residence, BTC Residence, Adede Park, One Sentosa Residence, Grand Icon Caman, Mutiara Apartment, Centerpoint, Oasis Apartment, Trivium Terrace, Enviro, M Gold, Blue Oasis, serta Bekasi Tower 88.

Itu belum termasuk proyek baru di awal 2014 ini yang dibuka oleh Spring Lake di Summarecon Bekasi. Plus, realisasi pembangunan apartemen terbaru yang disumbangkan PT Selaras Mitra Sejati dengan meluncurkan Grand Cut Meutia.

Tentang ketatnya persaingan itu, Arief mengatakan, keterjangkauan harga menjadi penentu penjualan, selain juga kelengkapan fasilitas setara dengan apartemen menengah atas antara lain kolam renang, arena bermain anak, dan sebagainya. Ia optimistis, Bekasi belum kelebihan pasokan apartemen sampai saat ini, terutama khususnya apartemen menengah.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X