Kompas.com - 13/11/2014, 12:10 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Empat tahun mendatang Palembang akan menjadi salah satu kota tuan rumah Asian Games 2018, bersama DKI Jakarta, dan Bandung. Potensi ini dilirik oleh pengembang properti untuk ikut menyiapkan proyek baru.

Demikian dikemukakan President Commisioner The Basilica Group, JM Henry Salim, pada penandatanganan nota kesepahaman kerjasama dengan PT PP (Persero) Tbk di Wisma Subiyanto, Plaza PP, Rabu (12/11/2014). Penandatanganan kerjasama pembangunan tiga menara apartemen milik The Basilica Group di Palembang itu diwakili oleh Herman Hasanawi sebagai Direktur PT Trinitas Properti Persada (Trinitas) dan Ir. Muharmein, sebagai pimpinan cabang perseroan PT PP (Persero) Palembang, Sumatera Selatan.

The Basilica Apartment dibangun di lahan komersial seluas 3,5 hektar yang di dalamnya terdapat Panin Tower, Basilica Business Park, serta hotel bintang lima. Henry mengatakan, nilai investasi proyek ini mencapai Rp 1 triliun.

"Apartemen sebagai hunian atau apartemen sebagai produk investasi yang nantinya akan dikelola oleh developer sebagai serviced apartment atau kondotel," ujar Henry.

Sementara itu, menurut Direktur PT Trinitas Properti Persada (Trinitas), Herman Hasanawi, serviced apartment saat ini sudah menjadi pilihan untuk menginap bagi para wisatawan, terutama bagi yang harus tinggal dalam jangka waktu lebih lama di Palembang. Henry berharap, proyek senilai Rp 350 milliar itu bisa rampung dan proses serah terimanya dilaksanakan pada 2016 mendatang.

"Sampai saat ini sudah terjual sekitar 300 unit," ujar Herman.

Adapun The Basilica Apartment didesain oleh Megatika International dari Jakarta. Luas lahan yang digunakan 13.770 meter persegi dengan memiliki 18 lantai terdiri dari 1.200 unit. Harga per unit berkisar antara Rp 400 juta sampai Rp 600 juta.

Pergeseran

Pembangunan properti di Palembang memang tengah menggeliat, terutama sejak masuknya pengembang-pengembang nasional. Hal tersebut pernah dikemukakan Ketua DPD REI Sumsel, Ali Sya'ban, pernah mengutarakan fenomena pasar properti sub-sektor perumahan kepada, Jumat (4/4/2014) lalu.

Menurut dia, konstelasi pasar properti di Palembang telah mengalami pergeseran pasca kehadiran para pengembang Nasional dalam membangun proyek-proyek besar. Pasar properti di Kota Pempek itu kemudian makin bergairah dengan daya saing kompetitif.

"Kehadiran para pengembang besar di sini tidak saja membawa alternatif pilihan bagi konsumen, juga perspektif baru bagaimana sebuah pengembangan, khususnya perumahan, ditata sedemikian rupa menjadi lebih rapi dan juga lengkap dalam hal fasilitas," jelas Ali.

Saat ini, hunian kelas menengah dengan harga Rp 1 miliar per unit paling diminati pasar Palembang, Sumatera Selatan. Sementara itu, rumah senilai Rp 200 juta-Rp 400 juta dan di atas Rp 1 miliar mengalami pertumbuhan progresif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.