Kompas.com - 10/11/2014, 15:11 WIB
Wakil Presiden Direktur dan COO PT Intiland Development Tbk, Sinarto Dharmawan saat mempresentasikan tren pembangunan vertikal berkonsep hijau dan ramah lingkungan dalam Pertemuan Nasional ke-IV komunitas Pecinta Pencakar Langit atau Skyscrapercity Indonesia, di Spazio Hall, Surabaya, Sabtu (8/11/2014). Vincentius Valdi/Skyscrapercity IndonesiaWakil Presiden Direktur dan COO PT Intiland Development Tbk, Sinarto Dharmawan saat mempresentasikan tren pembangunan vertikal berkonsep hijau dan ramah lingkungan dalam Pertemuan Nasional ke-IV komunitas Pecinta Pencakar Langit atau Skyscrapercity Indonesia, di Spazio Hall, Surabaya, Sabtu (8/11/2014).
|
EditorHilda B Alexander
SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer PT Intiland Development Tbk., Sinarto Dharmawan, menegaskan konsep pengembangan properti vertikal yang ramah lingkungan akan menjadi tren di masa mendatang.

Tidak akan ada lagi pengembangan yang boros mengonsumsi lahan, dan juga abai terhadap pelestarian lingkungan. Konsep pengembangan konvensional seperti itu, kata Sinarto, bakal dijauhi karena harga lahan demikian tinggi, boros investasi, dan merusak kualitas hidup manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Properti vertikal sangat efisien dalam pemanfaatan lahan. Dengan begitu, kita bisa leluasa membangun fasilitas publik dan ruang terbuka hijau. Sementara konsep ramah lingkungan, memungkinkan ongkos pengelolaan dapat ditekan dan lebih murah ketimbang konsep konvensional," papar Sinarto sesaat sebelum Pertemuan Nasional ke-IV komunitas pecinta pencakar langit atau Skyscrapercity Indonesia (SSCI) di Spazio Hall, Surabaya, Sabtu (8/11/2014).

Sinarto melanjutkan, tren masa depan untuk perkantoran, hunian, dan komersial adalah gedung-gedung bertingkat dengan mengadopsi passive design yang dapat mengelola sumber daya alam secara lebih bijak dan ramah lingkungan.

Oleh karena itu, lanjut Sinarto, dalam setiap pengembangan proyek baru, alokasi untuk fasilitas dan ruang terbuka hijau yang bisa diakses oleh publik dengan mudah dan murah akan menjadi prioritas utama.

Adapun konsep yang sesuai dengan tren pembangunan masa depan adalah properti multifungsi atau mixed use development.

"Keunggulan bangunan multi fungi adalah efisiensi waktu di satu area. Masyarakat tidak perlu berpindah tempat untuk mendapatkan kebutuhannya. Berada dalam satu kawasan yang lengkap akan fasilitas tentunya dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Ini dapat menghemat konsumsi energi dan juga ongkos pengeluaran," ujar Sinarto.

Saat ini, PT Intiland Development Tbk sedang menggarap tiga proyek properti vertikal. Dua di antaranya merupakan properti multifungsi yakni Spazio Tower dan Praxis. Sementara satu lainnya merupakan apartemen Sumatera 36.

Praxis dirancang sebagai kawasan terpadu yang bersifat simbiosis dengan Intiland Tower Surabaya. Di dalamnya mencakup apartemen, perkantoran, hotel dan ritel, yang dilengkapi dengan fasilitas hiburan seperti bioskop, ruang serbaguna, gymnasium dan kolam renang.

Sementara Spazio Tower merupakan gedung perkantoran strata title yang menjadi bagian dari pengembangan Graha Festival, superblok di kawasan Surabaya Barat. Megaproyek Graha Festival meliputi beberapa menara apartemen, gedung perkantoran, rumah sakit berskala internasional, pusat perbelanjaan, area olah raga dan rekreasi keluarga, serta restoran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.