Ini Dia Sosok Menteri Agraria dan Tata Ruang

Kompas.com - 26/10/2014, 17:42 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan bersaksi di sidang perselisihan hasil pemilihan umum di Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (14/8/2014). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOKetua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan bersaksi di sidang perselisihan hasil pemilihan umum di Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (14/8/2014).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - "Saya sudah di dalam (istana negara), mbak. Mohon doanya," ujar Ferry Mursyidan Baldan, empat jam sebelum pengumuman Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ferry yang lahir di Jakarta, 16 Juni 1961, menurut Jokowi, merupakan profesional yang menguasai bidang agraria dan tata ruang.

Ferry merupakan anak kedua dari empat bersaudara, putera pasangan Baldan Nyak Oepin Arif dan Syarifah Fatimah yang berasal dari Aceh dan lama bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, Ferry melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Bandung, dan lulus tahun 1988.

Saat masih menjadi mahasiswa, Ferry aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia pernah menjabat Ketua Umum Badko, Jawa Barat (1988-1990) dan Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992.

Tahun 1992, Ferry resmi menjadi anggota Golkar yang kini dikenal sebagai Partai Golongan Karya. Kemudian ia terpilih menjadi anggota MPR RI periode 1992-1997 mewakili organisasi pemuda/mahasiswa. Ia juga pernah menjadi Sekjen DPP Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) pada periode 1998-2003 dan terpilih sebagai Ketua DPP Kosgoro (1994-1999).

Pemilu 1997 menjadi pengalaman pertama Ferry menjadi anggota calon legislatif dan mengantarnya sebagai anggota DPR  dari daerah pemilihan Bandung. Dia menempati posisi sebagai anggota Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Hukum, Kepolisian, dan Aparatur Negara.

Pada pemilu 1999, Ferry kembali menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004 dan terpilih menjadi Wakil Ketua Komisi II. Dalam periode ini, Ferry terlibat penyusunan UU yang dinilai banyak pengamat sebagai landasan menuju Indonesia yang demokratis, yakni UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah, UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Pansus tiga UU Bidang Politik, khususnya UU Parpol dengan Ferry sebagai Ketua Pansus.

Sebelum ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry merupakan fungsionaris dan sempat menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

 

 

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X