Kompas.com - 24/10/2014, 15:07 WIB
Tolok ukur kemandirian kota, seperti ketersediaan pusat perbelanjaan, sarana pendidikan, kesehatan, dan perkantoran pun mulai tersedia di kota-kota satelit. Tabitha/KOMPAS.comTolok ukur kemandirian kota, seperti ketersediaan pusat perbelanjaan, sarana pendidikan, kesehatan, dan perkantoran pun mulai tersedia di kota-kota satelit.
|
EditorLatief

TANGERANG, KOMPAS.com - Universitas Bina Nusantara (Binus University) memilih Lokasi Alam Sutera, Tangerang, Banten, untuk mendirikan gedung terbarunya yang merupakan ekstensi dari kampus Binus di Kemanggisan, Jakarta Barat. Managing Director Binus, Stephen Wahyudi Santoso, mengatakan pemilihan lokasi Kota Tangerang adalah karena memiliki kesamaan konsep dengan Binus.

"Melihat daerah Serpong, Tangerang, yang semakin berkembang. Ini sesuai untuk mengembangkan bidang kreatif," ujar Stephen saat jumpa pers di Lantai 5 Gedung Binus Alam Sutera, Kamis (23/10/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Stephen menambahkan, Alam Sutera dipilih karena saat ini semakin sulit mendapatkan lahan dengan ruang terbuka hijau di tengah kota besar seperti Jakarta. Baca: BINUS UNIVERSITY @Alam Sutera, Perjalanan Panjang Transformasi Pendidikan.

Senada dengan Stephen, Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo mengatakan, gedung kampus baru itu tidak lepas dari lingkungannya. Jika konsep Binus hanya ingin mendirikan kampus saja, maka tidak perlu mencari lahan yang luas.

Binus sendiri berbasis pendidikan yang dekat dengan industri. Saat memilih lokasi gedung, Binus berusaha mempertimbangkan sarana pendukung kampus.

"Di sekitar sini ada dormitory, apartemen, dan mal. Mal tidak hanya dipakai untuk makan siang, tapi bisa dipakai untuk pameran karya mahasiswa," kata Harjanto.

Arimbi Ramadhiani Binus University Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (23/10/2014).

Selain itu, menurut Harjanto, biaya hidup di Tangerang relatif lebih rendah dibandingkan Jakarta. Terkait investasi nilai tanah, Harjanto tidak menyebutkan besaran angkanya. Dia mengatakan, jika menggunakan kalkulasi investasi tanah, nantinya akan berimbas pada biaya yang dibebankan pada mahasiswa.

"Saya tidak ingin biaya pendidikan dihabiskan untuk gedung. Kita saving dari tahun ke tahun. Kita membangun bukan dengan hutang dengan bank," tutur Harjanto.

Namun demikian, saat ditemui sebelum jumpa pers, Stephen sempat membenarkan pertanyaan wartawan bahwa biaya pembangunan Binus University Alam Sutera cukup besar.

"Iya, di atas Rp30 (miliar), di bawah Rp50 (miliar)," kata Stephen.

Adapun luas tanah Binus University Alam Sutera sendiri mencapai 5 hektar. Luas gedung fase pertamanya yang setinggi 22 lantai itu mencapai 25.000 meter persegi. Nantinya, total luas seluruh gedung dengan dua fase yang akan menyusul pembangunannya dalam waktu dekat, adalah 60.000 meter persegi.

Lokasi Binus alam Sutera persis berseberangan dengan Mall Alam Sutera. Selain itu, jaraknya juga dekat IKEA Alam Sutera yang baru dibuka pekan lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.