Arsitektur Bali dan Jawa Eksis di California

Kompas.com - 17/10/2014, 11:11 WIB
Judah Hertz dan Astrid mendesain rumahnya dengan mengadopsi langgam arsitektur Bali dan Jawa elledecorJudah Hertz dan Astrid mendesain rumahnya dengan mengadopsi langgam arsitektur Bali dan Jawa
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Pengembang properti komersial, Judah Hertz dan istrinya, Astrid, seorang penata busana, meminta Martyn Lawrence Bullard, desainer Inggris, untuk merenovasi rumah mereka. Keputusan ini merupakan keputusan paling mudah yang mereka buat selama tiga tahun terakhir. 

Pasangan ini mengetahui kerja keras desainer tersebut melalui tetangga mereka di Malibu, California, Kid Rock, yang pernah mempekerjakan Bullard untuk merenovasi rumah dengan gaya oasis Bali.

"Kami tertarik betapa menyenangkannya berada di rumah itu. Kami tidak pernah mempertimbangkan desainer lain atau gaya lain, setelah itu," kata Astrid.

elledecor Inspirasi desain dikembangkan melalui elaborasi mendalam tentang arsitektural Bali dan Jawa.

Tapi, sebelum Bullard dapat memulai proyeknya, terdapat masalah pada gaya rumah berdesain California yang menempel pada properti tersebut.

"Ini terlihat seperti Taco Bell besar. Kami mengubah hampir seluruhnya dan merenovasi sisanya," kata Bullard.

Akhirnya, sisa-sisa rumah yang asli kemudian dihilangkan dan diganti pavilion Bali, teras bertingkat, taman, dan satu set kolam Shangri-La seluas 16.000 kaki persegi atau 1.486 meter persegi. Fasilitas tersebut ditata pada tebing, menghadap Samudera Pasifik, dengan pemandangan menakjubkan garis pantai California Selatan.

elledecor Elemen Bali dan Jawa tak hanya sekadar tempelan, melainkan diadopsi dalam struktur utama bangunan denah bangunan, dan juga elemen dekoratif.

Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang wilayah itu, Bullard membawa pasangan ini langsung ke Bali. Bullard memaksa mereka untuk tinggal di sebuah rumah tradisional di sana, supaya dapat menentukan apa yang mereka sukai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sangat tersentuh oleh ukiran kayu artistik, serta ketenangan dari dekorasinya," kata Astrid.

Semangat mereka dalam menemukan hal-hal berbau Bali, di luar ekspektasi. Mereka menyukai atap tanah liat hitam Indonesia pada resor Bvlgari, batu lava hijau, dan gerbang pemisah, atau candi bentar, yang berfungsi sebagai pintu masuk ke tempat-tempat ibadah terbuka. Semua membuat mereka terpikat.

Membawa kesan Bali ke Malibu memang sulit, tetapi Bullard mengumpulkan semua catatan yang tepat, sambil menghindari kesan yang membosankan. Rumah tersebut boleh saja terinspirasi oleh arsitektur Indonesia, tetapi untuk furnitur, diisi benda-benda dari India, Afrika, Portugal, dan Maroko.

"Ini benar-benar sebuah rumah yang berisi berbagai macam hal. Sangat yin dan yang," kata Bullard

Bullard tidak berhenti untuk mendapatkan kesan eksotis pada rumah tersebut. Selain Bali, ia pun terinspirasi sebuah rumah abad ke-18 di Jawa. Tempat tidur di kamar utama dibangun dari fasad istana. Kamar tamu, dilapisi seluruh kain dari Indonesia yang dirancang khusus.

Di ruang bar, stensil pada kertas dinding diaplikasikan dengan kopi hitam dan teh. Ukiran dari bangunan Jawa kuno juga menutupi langit-langitnya.




Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X