Kompas.com - 06/10/2014, 15:49 WIB
|
EditorLatief

SERPONG, KOMPAS.com - Gedung New Media Tower, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), meraih juara pertama Energy Efficient Building atau gedung dengan penggunaan energi yang efisien pada ASEAN Energy Award 2014. Penyerahan trofi dilakukan di Vientiane, Laos, Minggu, (28/9/2014) lalu.

UMN berhasil menjadi juara karena menerapkan desain khusus untuk menghemat penggunaan energi. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Rektor UMN, Andrey Andoko, pada jumpa pers di Skystar Ventures lantai 12, Gedung Media Tower, Kampus UMN, Gading Serpong, Banten (6/10/2014).

"Media Tower dibuat hemat energi, karena kami sadari energi semakin terbatas dan mahal. Maka, kami berpikir bagaimana menghemat penggunaan energi. Dengan menghemat energi, berarti menghemat bahan bakar," ujar Andrey.

Dia menuturkan, selain ramah lingkungan, dari segi operasional gedung biayanya pun tidak tinggi. Menonjolkan desain pasif, gedung tersebut tidak menggunakan banyak energi listrik.

Gedung ini memiliki dua fasad, yakni fasad luar dan fasad dalam. Pada fasad luarnya gedung ini dilindungi oleh panel perforated aluminium yang mampu mereduksi panas matahari hingga 70 persen. Panel aluminium itu dibuat berlubang sehingga membuat gedung tetap terang.

"Lubang-lubang ini diperhitungkan. Kalau diperhatikan, pola lubangnya berbeda-beda, tergantung arah sinar matahari. Jadi, lubang-lubang ini berfungsi bukan hanya untuk mengoptimalkan sinar, tetapi juga mengurangi panas," kata Andrey.

Atas penggunaan panel aluminium berlubang itu, koridor-koridor gedung kampus tersebut tidak lagi memerlukan air conditioner (AC) atau pendingin ruangan. (Baca: Kampus UMN Perkenalkan Teknologi "Double Skin").

Sementara itu, pada fasad dalam, gedung tersebut dilindungi oleh dinding dengan M system wall. Dinding ini tidak terbuat sepenuhnya dari beton, tetapi dari superfoam dan kawat baja. Selain pemasangan lebih cepat, keunggulan dinding ini adalah mampu membuat ruangan lebih kedap suara.

Untuk jendelanya, gedung ini dipasangi kaca setebal lima milimeter. Kaca tersebut berfungsi bukan untuk keamanan, seperti pada gedung-gedung berfasad kaca lainnya, melainkan untuk memaksimalkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan.

Kekurangan fasad aluminium ini, hanya pada saat terjadi hujan. Saat hujan, koridor seluruh gedung akan langsung terhujani air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.