Kompas.com - 28/09/2014, 16:37 WIB
Masjid ramah lingkungan Khalifa Al Tajer, Dubai. Emarat Al YoumMasjid ramah lingkungan Khalifa Al Tajer, Dubai.
|
EditorHilda B Alexander
DUBAI, KOMPAS.com — Kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dari kondisi tercemar kini mulai tumbuh di negara-negara teluk. Dubai, Uni Emirat Arab, contohnya, sedang mencoba meningkatkan kesadaran melalui kombinasi teknologi hijau dengan spirit religiusitas.

Kota ini berhasil menggabungkan kedua postulat tersebut dalam bentuk masjid ramah lingkungan. Bukan sembarang masjid, melainkan rumah ibadah yang diklaim sebagai pertama di dunia yang mengadopsi kaidah ramah lingkungan (environmental friendly).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masjid tersebut berjuluk Khalifa Al Tajer dan menempati lokasi di Bur Saeed Street, Deira, Dubai. Masjid ini dapat menampung 3.500 jemaah. Luas bangunannya sekitar 45.000 meter persegi yang berdiri koko di atas lahan berdimensi 105.000 meter persegi.

Khalifa Al Tajer dirancang sebagai masjid hijau dengan konsentrasi pada efisiensi energi melalui penggunaan termal-isolasi untuk mereduksi konsumsi energi dan AC sekaligus mengurangi gas rumah kaca.

Sekretaris Jenderal Wakaf dan Urusan Masyarakat, sebuah badan Pemerintah Dubai, Tayeb Al Rais, mengungkapkan harapannya bahwa proyek-proyek hijau serupa akan dilaksanakan dalam visi pembangunan masa depan berkelanjutan.

"Kesadaran lingkungan merupakan pilar dalam Islam. Masjid ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi orang-orang untuk menunaikan kewajiban mereka terhadap lingkungan. Masjid baru ini telah memenuhi standar dan spesifikasi bangunan hijau yang ditetapkan oleh US Green Building Council karena mengintegrasikan solusi energi terbarukan dalam desainnya," tutur Rais.

Rais menjelaskan, energi terbarukan tergambar dari pencahayaan eksterior yang dilengkapi dengan panel surya, sistem penyimpanan baterai yang didukung oleh tenaga surya, dan penggunaan panel surya sebagai pengganti energi pemanas listrik untuk tujuan pemanasan air.

Selain US Green Building Council, Khalifa Al Tajer juga memenuhi undang-undang baru yang mengatur pemenuhan standar hijau dalam desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan.

Kehadiran masjid ini membuktikan Dubai tak cuma piawai mendirikan simbol status keberhasilan ekonomi melalui pencakar langit tertinggi, Burj Khalifa, dan pusat belanja terluas, Mall of The World. Kota ini juga terbukti mampu membangun fasilitas ibadah ramah lingkungan.

Berikut video masjid Khalifa Al Tajer:


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.