Belum Paham Rambu Lalu Lintas? Yuk, Belajar di "Traffic House"

Kompas.com - 22/09/2014, 18:19 WIB
Arsitek Denmark-Amerika, MLRP, telah menyelesaikan karya yang berharga, yakni archdaily.co.ukArsitek Denmark-Amerika, MLRP, telah menyelesaikan karya yang berharga, yakni "Traffic House" atau Rumah Lalu Lintas di Central Park, Fælledparken, Kopenhagen Denmark.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Arsitek Denmark-Amerika, MLRP, telah menyelesaikan karya yang berharga, yakni "Traffic House" atau Rumah Lalu Lintas di Central Park, Fælledparken, Kopenhagen Denmark.

Rumah Lalu Lintas seluas 400 meter persegi ini, berisi modernisasi dari struktur ruang kelas yang konvensional menjadi sebuah ruang belajar baru. Bangunan garasi ini disatukan oleh struktur atap besar yang membentuk sebuah portal baru ke "Traffic Playground" atau Taman Bermain Lalu Lintas yang terkenal di Kopenhagen.

archdaily.co.uk Rumah Lalu Lintas seluas 400 meter persegi ini, berisi modernisasi dari struktur ruang kelas yang konvensional menjadi sebuah ruang belajar baru.

Intinya, rumah ini adalah sekolah untuk belajar peraturan dan rambu lalu lintas, serta mengetes kemampuan berkendara di lapangan.

Sebuah aksen khusus diletakkan untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi siswa TK dan sekolah dasar agar tertarik mengunjungi Taman Bermain Lalu Lintas. Bangunan ini mengajak anak-anak untuk bermain, sekaligus dapat menciptakan kontak visual yang baik antara bangunan dan taman bermain.

archdaily.co.uk Sebuah aksen khusus diletakkan untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi siswa TK dan sekolah dasar agar tertarik mengunjungi Taman Bermain Lalu Lintas.

MLRP memperbarui bangunan lama untuk memenuhi standard bangunan baru ramah lingkungan dan sesuai dengan pasokan energi Denmark 2015. Seluruh proses pembangunan ini juga difokuskan pada aksesibilitas.

archdaily.co.uk Uniknya

Uniknya "Traffic House" ini bisa terbuka pada siang hari dan tertutup pada malam hari. Hal ini mencerminkan transformasi dari sebuah bangunan anonim dan tertutup, menjadi bangunan yang ramah lingkungan, dan mudah diakses selama siang hari ini.

Tak hanya itu, penggunaan pintu lipat di depan semua fasad, memungkinkan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Bahan yang digunakan merupakan kayu hitam, pelat baja galvanis, jendela pernis jeruk, serta panel dan atap hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X