Apartemen Khusus Kru Bandara Laku Keras

Kompas.com - 09/09/2014, 15:36 WIB
Tahap pertama pengembangan Aeropolis, yakni dormitori atau apartemen mungil Aeropolis Residence 1,2,3 ukuran 12 meter persegi dan 14 meter persegi serta Aeropolis Crystal Residence, telah terjual 4.053 unit dari total 4.335 unit yang dipasarkan. Hilda B A/KOMPAS.comTahap pertama pengembangan Aeropolis, yakni dormitori atau apartemen mungil Aeropolis Residence 1,2,3 ukuran 12 meter persegi dan 14 meter persegi serta Aeropolis Crystal Residence, telah terjual 4.053 unit dari total 4.335 unit yang dipasarkan.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan permintaan apartemen tak hanya terjadi di pusat kota Jakarta atau kawasan hunian yang dikelilingi fasilitas penunjang lengkap, melainkan juga di kawasan sekitar bandara. Pertumbuhan permintaan tersebut membuat unit-unit apartemen yang dikembangkan khusus untuk mendukung operasional dan kru bandara laku keras.

Hal ini terbukti pada kinerja penjualan Aeropolis yang dikembangkan PT Intiland Development Tbk, yang nyaris seluruhnya terserap pasar secara maksimal per Agustus 2014. Direktur PT Perkasalestari Utama, Didik Riyanto, menuturkan bahwa tahap pertama pengembangan Aeropolis, yakni dormitori atau apartemen mungil Aeropolis Residence 1,2,3 ukuran 12 meter persegi dan 14 meter persegi serta Aeropolis Crystal Residence, telah terjual 4.053 unit dari total 4.335 unit yang dipasarkan.

"Sedangkan unit-unit ritel komersial Aeropolis Commerciak Park terjual 73 unit dari total 105 unit yang ditawarkan. Selain itu, kami juga berhasil menjual dua menara hotel sebanyak 150 kamar dari total enam menara hotel. Kedua menara hotel itu akan dijadikan hotel budget," ungkap Didik kepada Kompas.com, Selasa (9/9/2014).

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Develolment Tbk, Archid Notopradono, total nilai penjualan apartemen Aeropolis tahap pertama sebesar Rp 330 miliar atau 30 persen dari total marketing sales PT Intiland Development Tbk sebagai induk perusahaan PT Perkasalestari Utama.

Unit-unit apartemen Aeropolis tersebut, kata Didik, diserap oleh investor yang kemudian menyewakannya kepada para kru bandara. Selain investor, pengguna akhir pun meminati apartemen ini.

"Terbukti para pramugari, pilot dan pebisnis yang terkait operasionalisasi bandara membeli. Hingga saat ini dari total 1.400 unit apartemen terbangun, 600 unit sudah dihuni," imbuh Didik.

Aeropolis sendiri merupakan pengembangan kawasan berkonsep kota bandara atau "aero city" seluas 105 hektar. Di dalamnya mencakup apartemen, hotel, perkantoran, pusat gaya hidup, ruang ritel, pusat konvensi dan ruang komersial lainnya.

Ke depan, lanjut Didik, konsep aero city diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat seiring rencana pembangunan infrastruktur jalan tol dan jalur kereta api menuju Bandara International Soekarno-Hatta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X