Kompas.com - 21/08/2014, 10:22 WIB
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta akan menjadi kota yang nyaman dan layak huni dalam lima tahun ke depan. Berbagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut tengah dilakukan dan terus dipercepat pelaksanaannya.

Demikian Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, menjelaskan mengenai percepatan pembangunan infrastruktur dan peluang Jakarta menjadi kota layak huni kepada Kompas.com, Selasa (19/8/2014) lalu. Menurut dia, Jakarta merupakan klaster khusus yang dirancang untuk mampu berkompetisi dengan kota lainnya di dunia.

"Demi meningkatkan daya saing, pemerintah akan menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi, produktifitas dan efisiensi kota," jelas Hermanto.

Hermanto menambahkan, pembangunan infrastruktur itu meliputi enam ruas jalan tol dalam kota yang dibagi dalan tiga tahap. Tahap pertama Semanan-Grogol-Sunter sepanjang 20,320 kilometer yang terdiri dari seksi pertama Semanan-Grogol dan seksi kedua Grogol-Sunter.

Selanjutnya adalah Sunter-Pulogebang yang membentang  9,440 kilometer. Tahap ini diperkirakan memakan waktu perencanaan (desain rinci, pembebasan tanah) hingga pertengahan 2015 dan akan memulai konstruksi pada awal  2016 dan selesai pertengahan 2018.

Tahap kedua ruas Duri Pulo-Tomang-Kampung Melayu sepanjang 12,650 kilometer dimulai dari pertengahan 2016 dan akan dikerjakan pertengahan 2018. Ruas jalan tol berikutnya yaitu Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,600 kilometer dimulai dengan waktu yang sama.

Tahap ketiga adalah ruas Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,700 kilometer yang mulai pada awal tahun 2018 dan pekerjaan pada awal 2020. Begitu juga ruas jalan tol Tanjung Barat-Casablanca. Keseluruhan 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta mencapai 69,770 kilometer dengan anggaran sekitar Rp 42 triliun.

"Pembangunan infrastruktur jalan sangat penting dan merupakan prioritas karena sangat menentukan produktivitas," tambah Hermanto.

Mengutip Habitat PBB, Hermanto mengatakan, proporsi urban area untuk jalan dan ruang publik sebesar 30 persen dari total area kota. Nah, Jakarta masih 6.5 persen, jauh dari proporsi ideal. Kota maju seperti New York dan Kopenhagen sudah mencapai 30 persen dan 20 persen.

"Kami terus berupaya melakukan perbaikan dan penambahan infrastruktur. Selain itu, kami juga tengah melakukan perbaikan di berbagai aspek seperti angjutan umum agar pergerakan lokal lebih efisien. Taman-taman dilengkapi jaringan internet nir kabel, membangun waduk, bendungan, jaringan air bersih, dan tentu saja melalui maksimalisasi pemanfaatan teknologi," tandas Hermanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.