Kompas.com - 05/08/2014, 15:11 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com — Pertumbuhan pasar properti Dubai, khususnya subsektor hunian Dubai, diprediksi mencapai puncaknya pada 2015. Berbeda dengan fenomena yang terjadi pada 2008-2009, kondisi 2015 tidak akan berlangsung dramatis.

Masood Al Awar, CEO Tasweek Real Estate Development and Marketing, mengatakan, analisis tersebut berdasarkan riset pasar yang telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut dia, dalam setiap tujuh atau delapan tahun, akan ada beberapa gangguan di pasar dan tidak ada yang bisa tumbuh dengan begitu cepat.

"Saya pikir 2015 akan menjadi puncak pertumbuhan pasar properti. Akan tetapi, jika kita mendukung itu, pertumbuhan dapat diperpanjang untuk menghindari penurunan, menghindari perangkap 2008," kata Masood.

Untuk diketahui, pasar properti Dubai hancur pada 2008-2009 karena anjloknya harga sampai 60 persen. Kejadian dramatis tersebut, kata Masood, tidak mungkin terulang lagi karena pertumbuhan ini cenderung dikelola dengan cara yang lebih strategis.

Tasweek Real Estate Development sendiri saat ini mengelola sejumlah proyek di Maroko, Uni Emirat Arab, dan Malaysia. Mereka berencana melantai di bursa efek Dubai dengan nilai 272 juta dollar AS (Rp 3,1 triliun) pada kuartal IV 2014.

Berbeda dengan Masood, konsultan properti JLL justru beranggapan bahwa pasar properti Dubai melambat seiring langkah pemerintah mengekang spekulasi pembelian rumah sebagai dampak melejitnya harga. Tingginya harga memengaruhi permintaan.

Menurut JLL, tren kuartal kedua menunjukkan risiko pasar properti Dubai terlalu panas dan kemudian melambat. "Walau demikian, pasar melambat sebetulnya berita baik, yakni ketika pasar akhirnya mencapai siklus jatuh, menarik kembali ke keadaan semula. Ini yang terjadi pada lima tahun lalu, yang langsung memicu krisis," ujar Kepala Riset JLL Timur Tengah Craig Plumb.

Untuk saat ini, Plumb mengatakan, pasar perumahan tumbuh cepat. Harga jualnya rata-rata melonjak 36 persen lebih tinggi dibanding kuartal kedua tahun 2013. Harga sewa juga naik 24 persen, setelah kenaikan 23 persen pada kuartal sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.