Kompas.com - 25/07/2014, 17:20 WIB
Saut Pardede (dua dari kanan) selaku Direktur Financial, Strategy and Treasury BTN periode 2010 sampai 2012. BAIHAKI/KONTAN Saut Pardede (dua dari kanan) selaku Direktur Financial, Strategy and Treasury BTN periode 2010 sampai 2012.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan Saut Pardede, mantan direksi PT Bank Tabungan Negara (BTN), terkait uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI). Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan gugatan perkara tersebut di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakata, Kamis (24/7/2014) kemarin.

Majelis hakim dalam putusannya juga menyatakan batal dan tidak sah Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 15/125/Kep.GBI/DpG/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Saut Pardede selaku Direktur Financial, Strategy and Treasury BTN periode 2010 sampai 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentu, saya senang gugatan itu telah dikabulkan oleh pengadilan. Bukti, bahwa keputusan BI yang tidak meluluskan fit and proper test terhadap saya adalah salah. Saya harap BI memperbaiki nama baik kami," kata Saut dihubungi di Jakarta, Jumat (24/7/2014).

Pengacara mantan direksi BTN Iwan Kuswardi memaparkan, dalam putusan itu, Bank Indonesia selaku tergugat I, diwajibkan mencabut Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 15/125/KEP.GBI/DpG/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Saut Pardede selaku Direktur Financial, Strategy and Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.

Adapun Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku tergugat II, diminta merehabilitasi sekaligus memulihkan nama baik penggugat dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabat penggugat sebagai Direktur Financial, Strategy and Treasury PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

"Termasuk juga di dalamnya menghukum tergugat I dan II untuk membayar biaya perkara," kata Iwan.

Seperti diberitakan, empat direksi BTN yaitu Poernomo (pimpinan Kantor Cabang Semarang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, periode tahun 2009 - 2011, Saut Pardede (Direktur Financial, Strategy and Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, periode tahun 2010 - 2012, Mas Guntur Dwi Sulistiyanto (Direktur BTN) dan Evi Firmansyah (Wakil Direktur Utama BTN), mengajukan gugatan terhadap Gubernur BI dan Ketua Dewan Komisioner OJK ke PTUN Jakarta terkait Keputusan Gubernur BI Nomor 15/127/KEP.GBI/DpG/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan kedua orang tersebut.

Iwan menuturkan, dalam persidangan itu Gubernur Bank Indonesia (tergugat I) maupun Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (tergugat II), menolak dan menyangkal seluruh materi gugatan itu, namun seluruh penggugat bisa membuktikan dan meyakinkan hakim jika gugatannya benar dan cukup beralasan untuk dikabulkan dengan meruntut kembali proses atau prosedur formal persyaratan fit and proper test) calon direktur, seperti yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/23/PBI/2010 tanggal 29 Desember 2010 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) jo.

Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/8/DPNP/2011 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit And Proper Test) tanggal 28 Maret 2011 sebagaimana diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/26/DPNP tanggal 30 Nopember 2011, melalui surat menyurat yang dilakukan antara Gubernur BI dengan penggugat.

"Maka, putusan itu menyimpulkan bahwa Gubernur BI terbukti melanggar ketentuan yang dibuatnya sendiri, yakni melanggar Pasal 30 Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/23/PBI/2010, tanggal 29 Desember 2010 tentang Fit and Proper Test," kata Iwan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.