Cantik... Desain Oasis yang Terinspirasi dari Alquran!

Kompas.com - 18/07/2014, 15:13 WIB
Firma arsitektur asal Madrid, Rafael de La-Hoz, merilis visualisasi hasil desainnya untuk kompetisi Noble Quran Oasis. Rafael de La-HozFirma arsitektur asal Madrid, Rafael de La-Hoz, merilis visualisasi hasil desainnya untuk kompetisi Noble Quran Oasis.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Kompetisi internasional untuk mendesain oasis di Madinah, Arab Saudi, memang sudah menganugerahkan penghormatan bagi dua desain karya firma arsitektur Ricardo Bofill Arquitectura dan Gerber Architekten. Namun, tak ada salahnya menyimak desain lain yang sempat turut serta berkompetisi di ajang tersebut. Berikut ini hasil desain Rafael de La-Hoz Arquitectos, firma arsitektur asal Madrid, Spanyol.

Firma tersebut pun baru saja mengunggah video presentasi hasil desainnya di Youtube Jumat (17/7/2014) lalu. Dalam video itu para arsitek menampilkan hasil rendering istimewa yang menggambarkan bahwa desainnya sangat diinspirasi dari kitab suci Alquran.

Dikutip dari Designboom, firma tersebut menyatakan bahwa langkahnya mengambil inspirasi dari Alquran didorong oleh tuntutan kompetisi itu sendiri. Mereka menganalisa permintaan, kemudian segera menyimpulkan bahwa Alquran harus menjadi identitas pusat kebudayaan yang mereka desain.

"Jika tujuannya adalah untuk merayakan Madinak dan pentingnya Islam, tidak ada koherensi yang lebih baik ketimbang melakukannya melalui dan untuk Alquran. Karena itu, identitas pusat kebudayaan ini seharusnya berasal langsung dari Alquran. Dari makna ayat-ayatnya," ujar De La-Hoz, seperti dikutip dalam Designboom.

Rafael de La-Hoz Sisi lain tampilan karya firma arsitektur Rafael de La-Hoz. Dari sisi ini, Rafael de La-Hoz secara khusus merepresentasikan bahwa Alquran tidak boleh menyentuh tanah.
Tidak hanya kaligrafi di bagian atas desain pusat kebudayaan. Hal menarik lain yang ada pada desain itu adalah bentuknya. Bentuk desain pusat kebudayaan tersebut tampak seperti bahtera dari samping.

Secara teoristis, sebenarnya pusat kebudayaan ini mengambil konsep bahwa Alquran tidak boleh menyentuh tanah. Bagian bawahnya merepresentasikan tangan yang tengah memegang Alquran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, sumber yang sama juga menyatakan bahwa kaligrafi di jantung fasilitas ini merupakan isi dari hadits Nabi Muhammad SAW. Desainer membuat vektor kaligrafi tersebut dan memberikan sentuhan akhir. Titik fokus ini memungkinkan pengguna fasilitas berinteraksi langsung dengan alam di sekitarnya, dan ketenangan air serta tanaman di dalam oasis.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X