Batal Jadi "Host" Piala Dunia 2022, Qatar Bakal Rugi Rp 187,5 Triliun

Kompas.com - 16/07/2014, 13:30 WIB
Al Wakrah Stadion, Qatar. cdn.mg.co.zaAl Wakrah Stadion, Qatar.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com — Qatar akan menghadapi kerugian ekonomi sekitar 16 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 187,5 triliun jika FIFA membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di negara ini.

Potensi kerugian ekonomi diungkapkan Bank of America Merrill Lynch (BoA Merril Lynch). Merrill Lynch memperkirakan, jika FIFA betul-betul membatalkan Qatar sebagai tuan rumah, maka belanja modal langsung (terkait dengan membangun stadion dan hotel) bakal anjlok 16 miliar dollar AS atau setara dengan 7,5 persen PDB atau 1-1,5 persen setiap tahunnya hingga tahun 2022.

Merrill Lynch menambahkan bahwa pertumbuhan riil PDB cenderung menjadi lebih kecil sekitar 0,5 persen karena banyak uang yang seharusnya dibayar untuk menggaji pekerja dan membayar barang impor, tetapi malah tertunda.

Walaupun demikian, Merrill Lynch tetap optimistis bahwa belanja infrastruktur yang lebih besar kemungkinan besar akan terus berlanjut. Mereka memproyeksikan, dalam lima tahun, jumlah belanja modal kumulatif yang dianggarkan pemerintah sekitar 100 miliar dollar AS (Rp 1.170 triliun).

Ekonom Merril Lynch, Jean-Michel Salib, mengatakan, tanpa Piala Dunia, Qatar bakal kehilangan fokus dan eksekusi melanjutkan megaproyek raksasa seperti stadion dan hotel. Namun, tidak demikian halnya dengan infrastruktur.

"Proyek-proyek infrastruktur merupakan visi utama transformasi Qatar. Sebut saja megaproyek Lusail City, jaringan transportasi metro, kereta api, atau pelabuhan yang direncanakan secara mandiri, terpisah dari penyelenggaraan Piala Dunia," ujar Jean-Michel Salib.

Sekadar informasi, isu pembatalan terus bergulir menyusul penyelidikan Komite Etik FIFA atas tuduhan korupsi dan kasus suap seputar penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar. Dugaan suap ditujukan kepada mantan anggota Komite Eksekutif FIFA, Mohamed bin Hammam, yang menyuap sejumlah pimpinan federasi sepak bola Afrika untuk memilih Qatar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X