Kota Tianjin sedang Menggali Lubang Kuburnya Sendiri!

Kompas.com - 01/07/2014, 19:01 WIB
Proyek-proyek replika Manhattan di Tianjin, Tiongkok. Matthew Lloyd/BloombergProyek-proyek replika Manhattan di Tianjin, Tiongkok.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Lupakan sejenak kisah sukses Tiongkok yang sanggup membangun hotel dalam waktu hanya 15 hari, gedung berbentuk kelamin pria dan hotel koin, kini mereka justru tengah membangun replika pusat bisnis dan keuangan Manhattan sendiri dalam bentuk lain!

Betapa tidak, kaki langit Manhattan versi Tiongkok di Conch Bay, utara Tianjin, ini dilatarbelakangi oleh proyek menara-menara kantor kosong dan hotel yang belum kelar pembangunannya. Meskipun merupakan kota pelabuhan, namun pembangunan properti berupa gedung-gedung pencakar langit terjadi sangat masif.

Sayangnya, akibat ekonomi melambat, proyek-proyek tersebut terpaksa berhenti dari aktivitas konstruksi setelah ledakan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meninggalkan jejak-jejak konstruksi tertutup debu, terbengkalai, dan sepi seperti kota hantu.

Salah satu pencakar langit tertinggi yakni Glorious Oriental yang mencakup dua menara apartemen dan perkantoran, terhenti pembangunannya. Demikian halnya proyek di ujung utara Conch Bay, yakni bangunan utama dari Country Garden Phoenix Hotel, yang diklaim sebagai hotel terbesar di Asia, juga sepi aktivitas.

Kegagalan Conch Bay menggaet penyewa sejak pencakar langit perdana rampung pada 2010, menjadi pertanda buruk bagi kota-kota lain yang senasib. Seperti Yujiapu yang digadang-gadang bakal menyerupai New York.

"Investasi di sini tidak akan lebih baik daripada membuang uang ke dalam air," ujar Zhang Zhih, selama kunjungannya ke daerah Conch Bay minggu lalu, untuk melihat investasi properti komersial.

"Tidak akan ada jalan keluar, itu akan sangat sulit untuk menemukan pembeli berikutnya," imbuh Zhih.

Seluruh kawasan, kata dia, sepi. Ini sekaligus merupakan tantangan yang harus dihadapi para pemimpin Tiongkok sebagai dampak royalnya perbankan memberikan kredit investasi. Walhasil, pendapatan sayap bisnis pembiayaan milik pemerintah daerah Tianjin melorot 68 persen pada 2013 lalu menjadi 950 juta dollar AS. Laba juga anjlok 37 persen menjadi hanya 246,6 juta dollar AS.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X