Kertas Daur Ulang, Pembentuk Bangunan Permanen!

Kompas.com - 26/05/2014, 14:58 WIB
Bangunan permanen pertama Shigeru Ban dibuat dari kertas. Setelahnya, struktur dilapisi kembali dengan menggunakan aluminium dan kaca. Andreas JungBangunan permanen pertama Shigeru Ban dibuat dari kertas. Setelahnya, struktur dilapisi kembali dengan menggunakan aluminium dan kaca.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Arsitek pemenang Pritzker Prize asal Jepang, Shigeru Ban, membuat konstruksi permanen pertamanya di Eropa dengan menggunakan material unik. Konstruksi permanen ini  dibuat dengan menggunakan kertas.

Tentu, kertas hanya salah satu material. Ban juga menggunakan material lain, seperti aluminium dan kaca.

Ban bersama 24 mahasiswa internasional membangun konstruksi tersebut di pusat taman buah Domaine de Boisbuchet, Perancis. Dengan tangan, para mahasiswa ini menyatukan tabung-tabung dari kertas daur ulang hingga membentuk konstruksi yang memiliki bentuk mirip tenda raksasa.

Andreas Jung Pemandangan dari dalam Paper Pavilion karya Shigeru Ban. Paviliun permanan karya Ban ini dibuat dengan memanfaatkan tabung hasil daur ulang kertas.

Rangka dari tabung-tabung kertas dilapisi kembali dengan menggunakan aluminium dan kaca. Tujuannya sederhana, agar konstruksi ini bisa digunakan sepanjang tahun. Struktur ini pun menggunakan terpal tembus pandang. Ban pernah menggunakan material serupa untuk kantor sementaranya di bagian atap Centre du Pompidou, Perancis.

Penggunaan kertas sebagai material bangunan bukan hal baru bagi Ban. Menurut Ban, penggunaan tabung-tabung hasil daur ulang kertas bisa sekuat beton, selama digunakan oleh orang yang tepat. Dia pun sudah membuat cukup banyak bangunan dari kertas sejak tahun 1989 hingga saat ini.

Andreas Jung Detil tabung-tabung kertas yang ada di dalam paviliun hasil desain Shigeru Ban. Sebanyak 24 mahasiswa membantu Ban membangun paviliun tersebut.

Domaine de Boisbuchet berada di area barat daya Perancis, antara Poitou-Charentes dan Limousin. Sejak 20 tahun lalu, Boisbuchet sudah menjadi lokasi bagi eksperimen kreatif para seniman dan arsitek berkat inisiasi Alexander von Vegesack. Von Vegesack merupakan pendiri Vitra Design Museum.

Kemudian, selama 16 tahun belakangan ini, selama empat bulan setiap musim panas, Domaine de Boisbuchet menjadi lokasi akademi musim panas internasional. Penyelenggara akademi musim panas tersebut, CIRECA, bekerja sama dengan Vitra Design Museum dan Centre du George Pompidou.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X