Awas... Ide "Nyeleneh" Pelajar SMA Ini Bakal Menangkap Pengotor Sungai!

Kompas.com - 23/05/2014, 12:38 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
BANDUNG, KOMPAS.com - Pencemaran sungai terjadi karena masyarakat setempat selalu lalai. Kebiasaan masyarakat membuang sampah rumah tangga ke dalam sungai tidak hanya terjadi di satu titik di Indonesia, tetapi hampir di semua sungai sehingga masalah sama.

Hal tersebut mudah disadari, namun tak mudah diselesaikan. Untuk itulah, dua tim peserta Lomba Karya Ilmiah Sumber Daya Air 2014 dari SMA Lab School Untad, Palu, Sulawesi Tengah, dan SMA Al Irsyad Satya, Jawa Barat, menawarkan cara yang tidak biasa untuk menanggulangi masalah tersebut. 

Pada lomba tersebut SMA Lab School Untad Palu meraih juara. Tim yang terdiri dari Rehanda Dwi Mangawe, Rutvia Meivari Elot, dan Nurul Izza Tawil tersebut membuat alarm pendeteksi pembuang sampah. Alat sederhana ini akan mendeteksi siapa pun yang ingin membuang sampah sembarangan ke sungai, dan membunyikan alarm agar pembuang sampah menyingkir dan mengurungkan niatnya.

"Awalnya kami prihatin melihat kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Mereka masih sering membuang sampah pada sembarang tempat, khususnya di wilayah sungai. Di Sungai Palu, dekat wilayah kami," ujar Rehanda pada KOMPAS.com, Rabu (21/5/2014).

Rehanda mengaku tidak memegang data persis mengenai jumlah sampah yang menumpuk di Sungai Palu. Namun, dia mengaku yakin betul, bahwa setiap hari masyarakat membuang sampah di sana.

Tabitha/KOMPAS.com Ini bentuk alarm yang dibuat siswa-siswi SMA Lab School Untad Palu, Sulawesi Tengah. Menurut Ibu Rosida dan Rehanda, komponen termahal adalah kamera CCTV-nya.
Pernyataan Rehanda didukung oleh guru pembimbingnya, Rosida. Menurut Rosida, tidak sulit melihat masyarakat yang tiap hari membuang sampah di sungai.

Sementara itu, mengenai alarm buatan Rehanda, Rutvia, dan Nurul, cara kerjanya pun mudah. Siapa pun yang mendekati sungai akan terdeteksi dan otomatis membuat alarm menyala.

"Alarm ini menggunakan sensor ultrasonik pendeteksi jarak. Alarm diletakkan di tepian sungai. Jadi, ketika ada orang yang mencoba membuang sampah, gerak tubuhnya akan langsung terdeteksi dengan sensor ini. Sensor ini akan langsung membunyikan alarm," terang Rehanda.

Kapal sampah Citarum

Rehanda dan teman-temannya tidak sendirian. Ada tim lain yang juga menaruh perhatian khusus pada penumpukan sampah, khususnya di Sungai Citarum. Mereka datang dari SMA Al Irsyad Satya, Jawa Barat. Tim ini membuat konsep Kapal Sungai yang akan mengangkut sampah, menghancurkan sampah, dan membawa polisi sungai.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.