Investasi Miliaran, Pengembang Malaysia Bangun Resor Terbesar di Bintan

Kompas.com - 08/05/2014, 13:53 WIB
Total investasi proyek resor Treasure Bay Bintan mencapai lebih dari 3,5 miliar dollar AS dalam 10-12 tahun mendatang. Pengembangan tahap pertamanya akan mencakup area seluas 90 hektar. 

Treasure Bay Bintan Total investasi proyek resor Treasure Bay Bintan mencapai lebih dari 3,5 miliar dollar AS dalam 10-12 tahun mendatang. Pengembangan tahap pertamanya akan mencakup area seluas 90 hektar.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Tahap pertama pembangunan resor Treasure Bay Bintan (TBB) siap diluncurkan pada kuartal empat tahun ini. Gross development value (GDV) atau nilai pengembangan Tahap Pertama proyek tersebut mencapai 650 juta dollar AS.

Dengan area terintegrasi seluas 338 hektar di Pulau Bintan, Landmarks Berhad, pengembang properti asal Malaysia yang mengembangkan resor tersebut, menargetkan TBB dapat mengangkat potensi Bintan sebagai salah satu tujuan wisata terdepan di Asia dengan konsep waterfront atau tepi pantai. Untuk itu, Landmarks Berhad melipatgandakan proyeksi kedatangan wisatawan ke pulau itu hingga menyentuh angka satu juta pelancong pada 2017 nanti.

Chief Operating Officer, Destination Development-Landmarks Berhad, Paul Leong, menuturkan total investasi proyek itu mencapai lebih dari 3,5 miliar dollar AS dalam 10-12 tahun mendatang. Pengembangan tahap pertamanya akan mencakup area seluas 90 hektar. 

"Di area itu akan dibangun fasilitas untuk 1.500 atraksi wisata baru dalam lima tahun mendatang, yang saling terhubung dengan laguna, jalur air, dan lajur pejalan kaki," ujar Leong.

Melalui master-plan pengembangan kota rekreasi dan kawasan urban terintegrasi, lanjut Leong, resor tersebut akan merangsang kunjungan wisatawan yang stabil dan menambah lapangan pekerjaan baru di Bintan. Proyek tersebut juga akan secara konsisten mendorong kenaikan nilai realestate.

"Untuk tahap pertama ini kami fokus menciptakan pengalaman wisata yang inovatif melalui pengembangan klaster, meningkatkan waktu tinggal, dan pembuatan lanskap yang khas," ujarnya. 
 
Rencananya, sebuah rute pesawat amfibi akan dibangun untuk menghubungkan resor TBT dengan 3.200 pulau lainnya di kawasan Kepulauan Riau (Kepri). Nantinya, lanjut Leong, fasilitas transportasi itu dapat membuka akses terhadap area terisolasi lainnya yang belum terjamah untuk dijadikan area wisata komersial.
 
"Letak pelabuhannya akan dapat mengoptimalkan layanan kapal feri dan pesawat amfibi untuk beroperasi dari wilayah ini, karena ada banyak pulau indah lainnya seperti Anambas, Lingga, dan Natuna," katanya.

Adapun untuk bandara berskala internasional akan dibuka pada 2015. Leong mengatakan, antisipasi terhadap keterbatasan kamar selama tiga tahun ke depan akan memberikan jaminan terhadap peluang pasar yang kuat untuk resor tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X