Kawasan Senen Harus Direvitalisasi Sebagai Pusat Niaga

Kompas.com - 02/05/2014, 14:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau langsung kebakaran di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2014). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau langsung kebakaran di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2014).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti Tanah Abang, dan Mangga Dua, kawasan Senen sudah sejak lama dikenal sebagai sentra niaga dan perdagangan. Perubahan fungsi menjadi kawasan bisnis dan komersial dengan stratifikasi lebih tinggi hanya akan membuat masalah dan beban baru bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, mengutarakan pendapatnya terkait rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menata kawasan Senen sebagai pusat pertumbuhan bisnis yang memungkinkan dibangunnya properti komersial seperti perkantoran, pusat belanja, dan apartemen kepada Kompas.com, Jumat (2/5/2014).

" Kawasan Senen adalah pusat perdagangan grosir (wholesale trade center) yang mampu memobilisasi massa (pedagang dan pembeli) dari seluruh penjuru Jakarta, Indonesia, bahkan regional Asia Tenggara. Seharusnya Jakarta melakukan peremajaan kawasan ini agar lebih tertata, bersih, nyaman, dan aman dari tindak kriminalitas," ujarnya.

Dengan begitu, imbuhnya, Pemprov DKI Jakarta seharusnya tidak melakukan perubahan fungsi kawasan. Biarkan saja fungsi kawasan Senen seperti sekarang, sama dengan Tanah Abang, dan Mangga Dua. "Pasalnya, Jakarta juga butuh tempat-tempat seperti ini. Jakarta butuh tempat yang dapat melayani semua segmen masyarakat. Tidak melulu semua kawasan di ibukota ini harus diubah menjadi seperti Sudirman, Thamrin atau Kuningan," kata Hendra.

Dalam Panduan Rancang Kota 2006, kawasan Senen sudah dipersiapkan sejak lama sebagai pusat pertumbuhan bisnis yang memungkinkan dibangunnya properti komersial, seperti perkantoran, pusat belanja, dan apartemen.

Tak mengherankan, saat ini pengembangan kawasan Senen mengikuti Panduan Rancang Kota tersebut. Embrionya sudah ada, di luar ruang ritel komersial yang dikelola PD Pasar Jaya terdapat pusat belanja Plaza Atrium Senen, Aston Atrium Senen Hotel & Convention, Hotel Oasis Amir, Amaris Senen, dan sejumlah perkantoran bertingkat rendah lainnya.

Sementara untuk apartemen sudah berdiri Mitra Oasis Apartment, Salemba Residence, dan Menteng Square Apartment yang berada di bagian selatan kawasan ini. Belum lagi sejumlah proyek yang sedang dikembangkan lainnya, seperti Capitol Park Apartment yang juga berada di bagian selatan Senen, dan De Green Pramuka ke arah timur, atau tepatnya di Jalan Pramuka.

Hanya saja, menurut Hendra, rencana pengembangan kawasan tersebut tidak akan berarti apa-apa jika menghilangkan fungsi dasar sebelumnya. Lebih baik Pemprov Jakarta melakukan peremajaan atau revitalisasi kawasan. Kalaupun ada rencana menambah fasilitas, hanya fasilitas penunjang yang mendukung fungsi kawasan.

"Fasilitas penunjang tersebut seperti ruang terbuka hijau (RTH), penginapan yang lebih representatif, kenyamanan, kebersihan, ketertiban dan lain sebagainya. Kawasan Senen terkenal karena semrawut, macet dan tindak kriminalitas. Jadi, Jakarta lebih baik membenahi ini dulu ketimbang mengubah-ubah fungsi kawasan," pungkas Hendra.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X