Gagal Jadi Pilot, Pria Ini Bangun Kokpit Boeing di Kamarnya

Kompas.com - 22/04/2014, 16:46 WIB
Davis menghabiskan lebih dari Rp300 juta (20.000 Poundsterling) untuk membangun kokpit Boeing di kamarnya sendiri. Kini, dia menerima Rp58 juta (3.000 Poundsterling) setiap bulan dengan cara menyewakan simulator tersebut. Caters News AgencyDavis menghabiskan lebih dari Rp300 juta (20.000 Poundsterling) untuk membangun kokpit Boeing di kamarnya sendiri. Kini, dia menerima Rp58 juta (3.000 Poundsterling) setiap bulan dengan cara menyewakan simulator tersebut.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

KOMPAS.com — Sebuah rumah berteras di Coventry, Inggris, tampak tidak jauh berbeda dari rumah lain di sisi kanan dan kiri. Namun, pemilik rumah bernama John Davis menyimpan "kejutan" di salah satu kamar tidurnya. Di sana terdapat replika kokpit Boeing 747-400, lengkap dengan simulator terbang berlayar lebar.

Caters News Agency Dari luar, rumah mirip John Davis tidak jauh berbeda dengan rumah milik penduduk Inggris lainnya. Namun, Davis punya simulator Boeing istimewa di dalam rumahnya.

John Davis (54) merupakan saksi hidup yang bisa membuktikan bahwa hobi bisa menghasilkan uang. Sejak kecil ia mengaku tertarik pada pesawat dan ingin menjadi pilot.

Sayangnya, cita-cita Davis gagal karena ia kurang menguasai matematika. Namun, seperti dikutip dari Daily Mail, pria asal Coventry, Inggris, tersebut kemudian berhasil membangun kokpit Boeing 747-400 berukuran asli di kamar tidurnya sendiri.

Selama 15 tahun, Davis membangun kokpit senilai 20.000 poundsterling (sekitar Rp 387.171.213,92). Jumlah luar biasa itu rasanya cukup sebanding dengan uang yang dihasilkannya dari kokpit tersebut. Pasalnya, Davis menyewakan simulator ini untuk dimainkan oleh para penggemar pesawat atau mereka yang ingin mencoba menerbangkan pesawat tanpa risiko tinggi.

Davis memasang tarif 75 poundsterling untuk "penerbangan" selama satu jam dan 125 poundsterling untuk "penerbangan" selama dua jam. Setiap bulan rata-rata Davis bisa mengumpulkan sampai 3.000 poundsterling (sekitar Rp 58.092.497,62).

Besarnya penghasilan dari "pelajaran menerbangkan pesawat" ala Davis ini membuatnya berhenti dari pekerjaan sebagai desainer grafis. Dia bahkan kini juga menawarkan kokpitnya untuk membantu orang-orang yang takut melakukan perjalanan dengan pesawat.

"Saya selalu ingin menjadi pilot. Kini saya punya hal terbaik lainnya," ujar Davis.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Caters News Agency John Davis (54) membangun kokpit Boeing di rumahnya sendiri. Mantan desainer grafis tersebut menghabiskan 15 tahun membuat simulator tersebut.

Lantas, bagaimana cara sang mantan desainer grafis membangun kokpit tersebut di rumahnya? Berdasarkan pengakuannya, seperti dikutip dalam Daily Mail, Davis mengumpulkan foto-foto kokpit Boeing 747-400 lewat internet. Dia kemudian memesan berbagai keperluan dan bagian interior pesawat.

Semua itu dia lakukan lewat internet. Dek lampu dibuat dari kayu MDF. Sementara itu, dua kursi dibuat dari jok mobil berlapis kulit.

"Bagi saya, penting membuat penerbangan terasa menyerupai aslinya. Jadi, saya berinvestasi pada sistem suara luar biasa, lengkap dengan subwoofer yang akan bergetar. Jadi penumpang bisa mendapatkan pengalaman take-off dan landing," katanya.

Para penumpang di "pesawat" milik Davis bisa terbang dari Birmingham International Airport atau London Gatwick ke bandara Amsterdam Schiphol pada penerbangan pertama. Kemudian, para penumpang juga bisa melanjutkan "perjalanan" ke Canary Island. Perangkat lunak yang digunakan Davis memiliki pemandangan dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Pegunungan Alpen hingga langit New York.



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X