Kompas.com - 07/04/2014, 16:18 WIB
Techne Architects merenovasi Hotel Prahran dengan menggunakan pipa beton. Hotel yang ada di Victoria, Australia ini tidak hanya tampak istimewa dari luar, namun juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjungnya. Peter Clarke PhotographyTechne Architects merenovasi Hotel Prahran dengan menggunakan pipa beton. Hotel yang ada di Victoria, Australia ini tidak hanya tampak istimewa dari luar, namun juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjungnya.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Techne Architects, studio arsitektur asal Melbourne, Australia, merenovasi bagian bar publik dari Prahran Hotel di Westgate, Victoria. Bar penuh dengan ornamen art deco itu menjadi lebih istimewa dengan penambahan aksesoris berupa pipa-pipa beton. Masing-masing pipa tidak hanya menjadi jendela, namun juga dirancang sebagai area menyantap makanan dan minuman untuk pengunjung.

Bar publik dalam Prahran Hotel seluas 550m2 ini memiliki dua lantai. Sebelum tampil lebih menarik di tangan Techne Architects, bagian ini dikabarkan memiliki proporsi tidak ideal. Pemilik lahan kemudian memutuskan untuk menghancurkan volume bangunan lama dan membangun ruang dua lantai yang dramatis. Di tengah-tengahnya pun dibuat ruang terbuka setinggi dua lantai yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai kedua secara visual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peter Clarke Photography Lubang-lubang dari pipa beton menjadi jendela unik bagi Hotel Prahran di Victoria, Australia. Pipa tersebut berada di bagian restoran dan bar. Para pengunjung bisa menikmati pemandangan lewat lubang-lubang di ujung lain pipa beton. Beberapa tempat duduk pun berada di dalam pipa tersebut.

Penggunaan pipa-pipa beton berukuran besar juga menjadi salah satu daya tarik yang mampu menarik perhatian pengunjung. Pipa beton ini dipilih lantaran memiliki kedalaman yang cukup untuk menaruh furnitur, serta bentuk uniknya menyerupai tumpukan tong. Bentuk unik tersebut dengan mudah bisa diasosiasikan dengan tong-tong bir klasik, yang menjadi identitas bar-bar di seluruh dunia.

Peter Clarke PhotographyTidak sekadar menjadi "tempelan", pipa beton menjadi salah satu area duduk bagi para pengunjung restoran dan bar di Hotel Prahran. 

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bagian terbuka di tengah-tengah volume tidak hanya membuka restoran ini secara visual, namun juga memasukkan banyak sinar matahari. Jumlah sinar matahari yang melimpah membuat struktur besi dan beton ekspos di dalam tempat makan ini tidak tampak gelap dan suram.

Selain tampil dalam Designboom, bar unik ini juga pernah dibahas dalam Archdaily. Dalam media tersebut disebutkan, usaha terbesar tidak hanya dilakukan untuk membuat tampilan bar dan restoran tampak istimewa.

Nuansa dan keintiman di dalam interior juga penting. Karena itu, pemilik bar ini menyediakan berbagai area dengan berbagai jenis tempat duduk. Ada area yang dikhususkan untuk berkumpul bersama, ada pula ruang lebih intim di dalam pipa beton.

Terinspirasi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.