Awas, Cermati Cara Beli Rumah Berhadiah Reksadana!

Kompas.com - 24/03/2014, 16:30 WIB
Jika aksi pembelian rumah itu akan menjadi rumah pertama, Anda lebih baik fokus pada unit rumah yang ditawarkan alih-alih silau oleh hadiahnya. Reksadana dalam jumlah besar sebagai bonus pembelian rumah memang bisa menjadi tambahan portofolio investasi Anda.
www.shutterstock.comJika aksi pembelian rumah itu akan menjadi rumah pertama, Anda lebih baik fokus pada unit rumah yang ditawarkan alih-alih silau oleh hadiahnya. Reksadana dalam jumlah besar sebagai bonus pembelian rumah memang bisa menjadi tambahan portofolio investasi Anda.
EditorLatief
KOMPAS.com - Di mata perencana keuangan, skema pembelian rumah dengan bonus reksadana, cukup inovatif. Reksadana berpotensi tumbuh dibanding hadiah lain yang nilainya menurun seiring waktu seperti kulkas atau mobil. Namun, sebelum mengambil tawaran tersebut, silakan cermati hal-hal berikut ini:

Ingat tujuan awal

Jika aksi pembelian rumah itu akan menjadi rumah pertama, Anda lebih baik fokus pada unit rumah yang ditawarkan alih-alih silau oleh hadiahnya. Reksadana dalam jumlah besar sebagai bonus pembelian rumah memang bisa menjadi tambahan portofolio investasi Anda.

Namun, tentu saja, "tak ada makan siang gratis". Pengembang pasti telah menghitung agar pemberian itu tidak mengurangi target margin mereka. Anda bisa menghitung sendiri, apakah harga jual properti senilai itu ditambah bonus reksadana, sebanding dengan nilai properti yang ditawarkan?

Beberapa faktor perlu Anda pikirkan dalam menaksir tawaran harga properti, sudah pas atau sebenarnya overpriced, antara lain lokasi, luas tanah dan bangunan, kualitas bangunan, keterjangkauan dengan fasilitas umum, rekam jejak pengembang, dan sebagainya. Bandingkan dengan tawaran pengembang lain.

Bagi yang berniat membeli sebagai investasi, pastikan Anda telah memiliki rencana lanjutan.

"Apakah hendak menjualnya lagi atau menyewakan. Seberapa besar potensi pasarnya jika dijual lagi atau disewakan," kata Risza Bambang, perencana keuangan OneShildt Financial Planning.

www.shutterstock.com Tentu saja,
Cermati isi bonus

Anda merasa rumah yang ditawarkan itu sesuai keinginan? Mungkin, ini saatnya bagi Anda memperhatikan isi hadiah. Cermati isi prospektus, aset dasar reksadana, kredibilitas MI, juga kemudahan mengakses perkembangan investasi.

Mike Rini, perencana keuangan MRE Financial and Business Advisory, mengingatkan, aturan penguncian reksadana selama 5 tahun mengindikasikan ada kerjasama antara MI dengan pengembang. Penguncian selama lima tahun membuat nasabah tidak leluasa mengutak-atik reksadana mereka. Padahal, sebagai produk pasar modal, pergerakan reksadana fluktuatif mengikuti pasar.

Untuk itulah, jika dalam perjalanannya imbal hasil yang dicetak reksadana tersebut masih kalah dibanding dengan tingkat bunga KPR yang harus Anda bayarkan, tentu perlu jalan keluar agar kondisinya berbalik. Apakah perlu dialihkan ke tempat lain (switching) atau dicairkan saja (redemption)? Maka, nasabah perlu memastikan lebih dulu, apakah tersedia opsi-opsi seperti itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Kontan
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X