Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2014, 15:40 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan hunian vertikal di tengah Kota Kota Jakarta semakin sesak. Hal ini memaksa para pengembang melirik kawasan penyangga Jakarta sebagai target pengembangan baru hunian model ini. 

Upaya yang diakukan PT Agung Multi Berjaya, misalnya. Perusahaan properti ini mencoba peruntungan dengan mengembangkan Atlanta Residence, apartemen kelas premium di Margonda, Depok.

"Konsumen di selatan Jakarta punya karakter dan kelas tersendiri. Selama produk properti yang kami tawarkan sesuai selera konsumen, maka meskipun ada kemudahan pola pembayaran uang muka, mereka malah memilih skim transaksi secara tunai keras atau tunai bertahap," kata Direktur Utama PT Agung Multi Berjaya (AMB), Joeneza Bachtiar, di Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Joeneza mengatakan, proyek satu menara apartemen premium ini akan dibangun di areal seluas 1 hektare. Proyek ini bakal menyedot investasi hingga Rp350 miliar.

"Dari total kebutuhan investasi itu, 60 persennya bersumber dari internal perusahaan. Sedangkan 40 persen sisanya berasal dari pinjaman perbankan," tutur Joeneza.

Dia menjelaskan, saat ini koridor Margonda Raya dipilih sebagai lokasi proyek properti perdana besutan AMB karena kawasan itu merupakan pusat bisnis termahal di Kota Depok. Dia mengaku tak heran, gurihnya bisnis properti apartemen kelas premium di pinggiran Jakarta ini penting dijadikan potensi. 

"Saat ini Depok sudah memperlihatkan strata masyarakat yang bukan lagi warga kelas pinggiran Jakarta. Contohnya, di sepanjang ruas Jl Margonda Raya ini sudah disulap menjadi area wisata kuliner yang komplet," ucapnya.

General Manager PT AMB, Dany Durani, menambahkan bahwa target konsumen apartemen ini adalah level menengah atas, terutama kalangan eksekutif muda. Ia mengaku optimistis akan hal itu, karena berdasarkan riset terkini Jones Lang LaSalle yang dirilis baru-baru ini juga mengakui keunggulan bisnis properti di Kota Depok.

Riset Jones Lang memaparkan, tren perkembangan industri properti di Depok saat ini lebih baik ketimbang kawasan lainnya yang juga mengepung Jakarta. Apalagi, pertumbuhan harga tanah di kedua wilayah ini dianggap masih sangat rasional, yakni di kisaran 20-30 persen per tahun.

"Jadi, kami juga optimistis bahwa proyek apartemen ini bisa cepat diserap pasar," kata Dany.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Bagaimana Cara Menghapus Noda Krayon Pada Lemari Minimalis Kayu

Bagaimana Cara Menghapus Noda Krayon Pada Lemari Minimalis Kayu

Tips
Tanggapi Airlangga soal Penggunaan LRB, Basuki: Saya Akan Kembangkan

Tanggapi Airlangga soal Penggunaan LRB, Basuki: Saya Akan Kembangkan

Berita
[POPULER PROPERTI] Lepas Tanah Pemprov Bali Jadi Milik Masyarakat, Hadi Tjahjanto Puji I Wayan Koster

[POPULER PROPERTI] Lepas Tanah Pemprov Bali Jadi Milik Masyarakat, Hadi Tjahjanto Puji I Wayan Koster

Berita
Capai 80 Persen, Pembangunan Stasiun Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Capai 80 Persen, Pembangunan Stasiun Terbesar Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Berita
Alasan Pemerintah Pilih Bangun Apartemen sebagai Tempat Tinggal ASN di IKN

Alasan Pemerintah Pilih Bangun Apartemen sebagai Tempat Tinggal ASN di IKN

Hunian
Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Hunian
Indonesia Rawan Gempa, Airlangga Minta Basuki Pakai LRB Bangun Gedung

Indonesia Rawan Gempa, Airlangga Minta Basuki Pakai LRB Bangun Gedung

Berita
Bangka Belitung Hasilkan 1.950 Ton FABA Per Bulan, Ini Ragam Manfaatnya

Bangka Belitung Hasilkan 1.950 Ton FABA Per Bulan, Ini Ragam Manfaatnya

Berita
Murah dan Aman, 3 Produk Ini Bisa Hilangkan Coretan Krayon di Dinding Rumah

Murah dan Aman, 3 Produk Ini Bisa Hilangkan Coretan Krayon di Dinding Rumah

Tips
Dapat 3 Proyek, WSBP Klaim Jadi Anak BUMN Pertama Suplai Beton IKN

Dapat 3 Proyek, WSBP Klaim Jadi Anak BUMN Pertama Suplai Beton IKN

Berita
Jadi Venue KTT ASEAN 2023, Ini Progres Kawasan MICE di Golo Mori NTT

Jadi Venue KTT ASEAN 2023, Ini Progres Kawasan MICE di Golo Mori NTT

Berita
Resmikan Pabrik LRB Terbesar di Indonesia, Basuki: Masak Impor Terus?

Resmikan Pabrik LRB Terbesar di Indonesia, Basuki: Masak Impor Terus?

Berita
Waskita Garap Proyek Sarana dan Prasarana di SKPT Morotai, Ini Rinciannya

Waskita Garap Proyek Sarana dan Prasarana di SKPT Morotai, Ini Rinciannya

Berita
Transportasi Publik ke Area Relokasi Banjir Manado Bakal Dibangun

Transportasi Publik ke Area Relokasi Banjir Manado Bakal Dibangun

Berita
Lakukan Ini Agar Cat di Lemari Minimalis Anda Bertahan Lama

Lakukan Ini Agar Cat di Lemari Minimalis Anda Bertahan Lama

Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+