Kompas.com - 26/02/2014, 15:44 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Country Director Century 21 Indonesia Hendry Tamzel mengeluhkan ketiadaan regulasi untuk melindungi, mengatur, dan menjamin profesi broker di Idonesia. Padahal, tanpa adanya regulasi yang pasti konsumen akan dirugikan.

Banyaknya "bidding" properti saat ini bisa terjadi tanpa menguntungkan konsumen properti. Bisa dibayangkan, dengan cara apapun broker bisa saling sikut demi mendapatkan komisi. Hal-hal ini masih luput dari perhatian pemeritah.

Demikian disampaikan oleh Country Director Century 21, Hendry Tamzel, pada konferensi pers Dream Team Annual Award and Recognation Night 2014 di Jakarta, Rabu (26/2/2014). Hendry mengatakan, melalui Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) lebih dari setahun lalu, dia sudah mengajukan regulasi kepada kepada pemerintah.

"Sayangnya, prosesnya berjalan lamban. Padahal, hal ini semakin genting," kata Hendry.

Hanya dalam hitungan bulan, lanjut Hendry, seluruh anggota ASEAN akan menyongsong pasar bebas yang akan diinisiasi pada 2015 mendatang. Khususnya industri broker properti, Indonesia berada satu langkah di belakang dua negara tetangganya, yaitu Singapura dan Malaysia.

"Kami tidak regulated," ujarnya.

"2015 akan diberlakukan pasar bebas ASEAN. Semua negara bisa masuk ke negara-negara ASEAN. Apa yang dilakukan negara lain, lihat Singapura. Mereka membuat regulasi bahwa setiap broker diberikan nomor registrasi dan pembekalan. Saat ini juga, 30.000 agen broker di Malaysia tengah didata. Mereka sedang coba mengumpulkan data," urainya.

Sementara itu, menurut Hendry, Indonesia memaksa asosiasi membuat sendiri standardisasinya.

"Kami seperti autopilot. Tidak mungkiri kami dan Ciputra Group punya proyek besar. Tapi, tidak bisa seperi ini," ujarnya.

Hendry juga menekankan pentingnya setiap agen properti punya keahlian faktor pertanahan, penyampaian informasi, nilai moral yang luhur, mengetahui etika, dan menghindari tindakan "bajak-membajak" konsumen. Ketika sudah ada aturan mengikat yang jelas, menurut dia, sesama broker akan saling menghormati, dan konsumen pun diuntungkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.