Kompas.com - 21/02/2014, 08:56 WIB
Mesin cetak tiga dimensi BigRep One. FabbalooMesin cetak tiga dimensi BigRep One.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com — Mesin cetak tiga dimensi yang sudah tersedia saat ini umumnya masih memiliki banyak keterbatasan. Salah satunya, keterbatasan ukuran kreasi. Namun, hal tersebut sebentar lagi akan berubah berkat kehadiran BigRep One 3D Printer. Mesin cetak tersebut mampu membuat furnitur berukuran cukup besar.

Menurut gambar yang dipublikasikan dalam Inhabitat, mesin cetak BigRep ini mampu membuat furnitur dalam dimensi 1.188 mm x 1.000 mm x 1.147 mm (1,3 m3). Ukuran ini cukup besar untuk membuat benda-benda unik, baik itu furnitur maupun karya seni.

BigRep rupanya terinspirasi dari Proyek RepRap. Proyek komunitas ini berusaha merevolusi dunia percetakan dengan membuat mesin cetak tiga dimensi rendah biaya pertama dan memulai revolusi mesin cetak tiga dimensi bersifat terbuka. Orang-orang di balik BigRep kemudian memutuskan untuk menciptakan versi lebih besar dari mesin cetak sebelumnya agar mampu memenuhi kebutuhan dari dunia industri dan seni.

Marcel Tasler dan Lukas Oehmigen adalah pendiri BigRep yang datang dari latar belakang seni. Mereka ingin mengembangkan mesin cetak yang cukup besar untuk membuat prototipe berskala 1:1. Mereka juga menyediakan satu hasil cetak tiga dimensi berupa meja berwarna oranye terang.

Meski sudah berhasil mencetak benda, harga BigRep One masih sangat mahal. The BigRep One ini juga mampu membuat benda dengan sembilan kawat pijar berbeda, termasuk Laywood dan Laybrick. Penggunanya bisa mencetak obyek kayu dan pasir.

Pada masa mendatang, BigRep 3D bisa menjadi mesin cetak tiga dimensi industrial paling terjangkau. Setiap unitnya dibanderol dengan harga 40.000 dollar AS (sekitar Rp 471 juta). Jumlah ini masih jauh lebih murah ketimbang mesin cetak lain yang harganya bisa mencapai 1 juta dollar AS.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Berita
Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Berita
Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Berita
Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Berita
The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Berita
Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf 'Y'

Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf "Y"

Konstruksi
194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

Konstruksi
Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Fasilitas
Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Berita
Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Hunian
MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

Kawasan Terpadu
DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

Konstruksi
Rugikan Konsumen Miliaran Rupiah, Pengembang Perumahan Syariah FGM Dilaporkan ke Polisi

Rugikan Konsumen Miliaran Rupiah, Pengembang Perumahan Syariah FGM Dilaporkan ke Polisi

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.