Akibat Banjir, Pengembang Siapkan Dana Ekstra Miliaran Rupiah

Kompas.com - 11/02/2014, 13:11 WIB
Pengendara melintasi genangan di Jalan boulevard, Kelapa Gading Jakarta Utara. Hujan lebat mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat sejumlah jalanan Ibukota tergenang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha Pengendara melintasi genangan di Jalan boulevard, Kelapa Gading Jakarta Utara. Hujan lebat mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat sejumlah jalanan Ibukota tergenang.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati jumlah pasti kerugian akibat banjir yang terjadi secara sporadis selama Januari dan awal Februari 2014 belum dihitung, namun pengembang harus mengeluarkan dana ekstra non-budgeter sebesar miliaran Rupiah. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai macam fasilitas dan infrastruktur yang mengalami kerusakan karena terendam banjir.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Eddy Hussy, mengatakan, sektor properti mengalami kerugian dalam hal masa pengerjaan atau pembangunan properti menjadi satu hingga dua bulan lebih lama. Hal ini terjadi sebagai dampak ikutan dari banjir yang menyebabkan distribusi material menjadi tersendat.

"Kami rugi waktu, tenaga dan juga biaya. Ongkos pengiriman dan harga material menjadi berkali-kali lipat. Sementara jadwal pengerjaan konstruksi menjadi molor sekitar satu hingga dua bulan. Masih bisa ditolerir, namun jumlah dana ekstra yang harus disiapkan untuk meng-cover kerugian ini, lumayan besar," ujar Eddy kepada Kompas.com, Selasa (11/2/2014).

Sementara itu, PT Summarecon Agung Tbk yang mengembangkan perumahan skala kota, Summarecon Kelapa Gading, telah menyiapkan dana tambahan sekitar Rp 5 miliar. Jumlah tersebut, hampir sama dengan tahun-tahun lalu saat banjir menggenangi wilayah ini.

Menurut Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk., Johannes Mardjuki, kerusakan terparah biasanya menimpa sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur di jalan-jalan utama kawasan perumahan, seperti Jl Boulevard Raya.

"Selain infrastruktur jalan yang rusak, taman juga tergerus air, dan terdapat dua pompa yang tidak dapat bekerja dengan lancar. Sejumlah dana Rp 5 miliar itu, kami prioritaskan untuk memperbaiki infrastruktur, dan taman. Sama seperti tahun-tahun lalu," imbuh Johannes.

Perbaikan, lanjut Johannes, akan dilakukan pada bulan Maret atau April 2014, menunggu saat musim penghujan selesai.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X