Pengembang: Kenaikan NJOP Sangat Memberatkan!

Kompas.com - 17/01/2014, 17:13 WIB
Pekerja pada proyek peroperti pembangunan erkantoran dan apartemen di kawasan pusat bisnis Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11). Kondisi perekonomian yang cenderung lesu akan berpengaruh pada penyerapan properti terutama perkantoran. Pertumbuhan sektor ini diperkirakan akan turun 20 persen tahun ini. Kondisi akan semakin memberatkan pengembang bila Pemprov DKI Jakarta merealisasikan kenaikan NJOP sebesar 140-200 persen. KOMPAS/IWAN SETIYAWANPekerja pada proyek peroperti pembangunan erkantoran dan apartemen di kawasan pusat bisnis Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11). Kondisi perekonomian yang cenderung lesu akan berpengaruh pada penyerapan properti terutama perkantoran. Pertumbuhan sektor ini diperkirakan akan turun 20 persen tahun ini. Kondisi akan semakin memberatkan pengembang bila Pemprov DKI Jakarta merealisasikan kenaikan NJOP sebesar 140-200 persen.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan nilai jual obyek pajak (NJOP) untuk tanah tahun ini sebesar 140 hingga 200 persen dianggap terlalu memberatkan oleh pengembang. Pasalnya, kenaikan dilakukan saat kondisi ekonomi sedang tidak kondusif, yang berdampak pada melemahnya bisnis properti.

Hal tersebut diutarakan Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johannes Mardjuki kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Menurutnya, kenaikan NJOP tahun ini sangat memberatkan karena laju pertumbuhan bisnis dan industri properti tidak sepesat beberapa tahun lalu. Seharusnya, kenaikan NJOP dilakukan pada tiga atau empat tahun lalu saat pertumbuhan bisnis dan industri properti sedang melesat.

Walau begitu, bukan berarti Johannes tidak menyetujui rencana kenaikan NJOP atas tanah di DKI Jakarta.

"Kami tetap menyetujui. Hanya, kenaikannya jangan diterapkan secara langsung sebesar 140-200 persen. Kami berharap Pemprov DKI Jakarta menerapkannya secara bertahap," ujar Johannes.

Lebih jauh, Johannes menegaskan, bila dilakukan sejak tiga atau empat tahun lalu, maka jumlah kenaikan tidak akan sebesar yang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Kenaikan paling jauh masih dalam hitungan puluhan persen.

"Kalaupun NJOP terpaksa dinaikkan, maka Pemprov DKI harus mengubah atau melonggarkan plot ratio (koefisien lantai bangunan) di lahan yang akan kami kembangkan menjadi enam, dari sebelumnya tiga. Semakin tinggi bangunan, akan semakin efisien dan murah ongkos konstruksinya," ujar Johannes.

Kebijakan pelonggaran plot ratio ini perlu dilakukan bila Pemprov DKI Jakarta tetap kukuh menaikkan NJOP tanah pada tahun ini. Dengan demikian, kenaikan NJOP tanah tidak akan menjadi masalah karena dapat diserap jika plot ratio dilonggarkan.

"Kami lebih menginginkan Pemprov DKI Jakarta juga mengubah plot ratio bila tetap pada rencana menaikkan NJOP sebesar itu, ketimbang membebankan kenaikan NJOP tanah kepada konsumen melalui kenaikan harga properti (rumah atau apartemen). Jika kami menaikkan harga properti sekarang, pasar tidak akan menyerap. Pada gilirannya, margin perusahaan menjadi sedikit," tandas Johannes.

Untuk diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana menaikkan NJOP atas tanah sebesar 140 hingga 200 persen pada 2014.

"Tahun ini pasti ada kenaikan NJOP karena selama empat tahun tidak pernah ada kenaikan," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (8/1/2014).

Pria yang akrab disapa Ahok itu menyatakan, besaran NJOP yang tidak pernah meningkat selama empat tahun tidak sesuai dengan fakta bahwa harga pasar sudah melonjak cukup signifikan. Ia menilai bahwa NJOP yang ideal haruslah mendekati harga pasar. Apabila NJOP tidak dinaikkan, maka hal itu berpotensi memberi kerugian bagi negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Sektor Properti di Medan Mulai Bangkit, Penjualan VBL Capai 100 Unit

Perumahan
Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Implementasi SIMBG, KADIN: Dampaknya Tidak Hanya pada Industri Properti

Berita
Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Menghitung Manfaat Tol Trans-Sumatera Bagi Provinsi yang Dilintasi

Berita
Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Berita
Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Berita
The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Berita
Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf 'Y'

Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf "Y"

Konstruksi
194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

Konstruksi
Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Fasilitas
Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Berita
Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Hunian
MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

Kawasan Terpadu
DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

Konstruksi
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.